Dia menilai langkah ini cukup strategis untuk membuat generasi penerus menjadi cinta dan memahami Al-Qur’an agar terpelihara dari hal-hal buruk di masa depan.
Tak hanya itu, Danny menilai sebagai upaya pembinaan berkelanjutan terhadap penghafal Al-Qur’an, sehingga mampu mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan qurani.
Apalagi di era modern dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat ini, tidak sedikit yang memberikan dampak negatif.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Muhammad Syarif menjelaskan, untuk tahap pertama di tahun 2023 jumlah santri yang mengikuti pembinaan Al-Qur’an sebanyak 100 orang.
“Akan meningkat. Ini kita khususkan laki-laki tahun ini. Tahun depan kita akan tambah dengan yang hafidza karena instruksi Pak Wali, perempuan wajib mendalami Al-Qur’an karena perempuan madrasah pertama dalam mendidik anaknya,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















