Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Muhammad Rheza yang hadir sekaligus membuka acara dalam sambutannya mengapresiasi Koperasi Tirta Sejahtera.
“Saya mengapresiasi perubahan-perubahan yang ada didalam koperasi karyawan PDAM Makassar sejak dimentori oleh Pak Beni. Apalagi katanya koperasi sempat vakum,” ujarnya.
Rheza mengungkapkan bahwa, pihaknya akan terus terbuka kepada siapapun yang ingin berkonsultasi mengenai koperasi.
“Kedepan kami dari Dinas Koperasi siap membantu jika ada hal yang ingin dikonsultasikan. Kita akan bimbing nanti apa saja yang perlu dibenahi dan ditingkatkan,” katanya.
“Saya lihat tadi banyak usaha disini, bagusnya karena membackup kebutuhan kantor PDAM itu sendiri. Sangat luar biasa, jadi PDAM tidak perlu sibuk mencari kebutuhan diluar karena sudah terpenuhi didalam,” sambungnya.
Berbagi pengalaman, Rheza menyampaikan kendala yang kadang terjadi dalam koperasi adalah simpan pinjam.
“Oleh karena itu, kalau anggota koperasi juga disiplin dalam memberikan iuran tahunan, saya kira itu akan menjadi tambahan modal. Sehingga jika ada anggota yang membutuhkan itu bisa menjadi solusi. Namun jika yang peminjam kurang disiplin maka kita sendiri yang akan matikan koperasi kita. Kasihan pengurusnya jika harus berurusan dengan pihak bank untuk menghidupi koperasi,” ungkapnya.
Diakhir keterangannya, Rheza mengucapkan selamat karena Koperasi Karyawan Tirta Sejahtera berhasil melaksanakan RAT sebelum tanggal 31 Maret.
“Kami mengambil barometer sebuah koperasi yang sehat adalah koperasi yang segera menggelar RAT. Karena RAT ini merupakan wadah untuk sharing dua arah terkait pertanggungjawaban pengurus. Kami mengapreasiasi hal ini. Dari 1.028 koperasi yang ada di Kota Makassar, belum sampai 70 yang laksanakan. Yang biasanya tidak melaksanakan itu yang sakit-sakitmi koperasinya, tapi alhamdulillah kalau di PDAM ini luar biasa,” pungkasnya.(Natsir)
Editor: SudirmanÂ
















