Adnan mengaku kehadiran Kampung Rewako di Kabupaten menghadirkan output, outcome dan impact bagi Kabupaten Gowa. Pasalnya inovasi mampu menunjang pertumbuhan ekonomi Gowa yang tumbuh positif 7,26 persen dan tingkat pengangguran terbuka turun ke 3,26 persen di 2022 yang sebelumnya di angka 4,30 persen pada 2021 lalu.
“Kampung Rewako ini menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Gowa bahkan Sulawesi Selatan karena di dalamnya terdapat beberapa unit usaha yang mampu mendapatkan hingga ratusan juta setiap bulannya, dan telah direplikasi di 26 desa/kelurahan se-Kabupaten Gowa,” pungkasnya.
Sementara salah satu Tim Penilai Independen, Syahrial mengaku presentasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa sudah jelas dan komprehensif, hanya saja ada beberapa yang ditanyakan untuk mengetahui terkait capaian dan inovasi yang diangkat.
“Selamat kepada Kabupaten Gowa karena berhasil sampai ke tahap ini. Dari pemaparan tadi sangat jelas dan lengkap, sehingga akan kita lanjutkan ke tanya jawab untuk mengetahui lebih dalam lagi,” ujarnya.
Beberapa substansi penilaian PPD 2023 ini yakni aspek pencapaian pembangunan, kualitas dokumen RKPD, proses penyusunan dokumen RKPD, dan inovasi dengan indikator sebanyak 22 dengan tema “peningkatan produktivitas untuk transformasi ekonomi dan inklusif dan berkelanjutan”.
Pada presentasi ini Bupati Gowa turut didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujjadan dan jajaran.(jk)
Editor: Sudirman
















