Menurut Beni, sebagaimana sebelum-sebelumnya terkadang ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pengrusakan saluran untuk kepentingan pribadi.
“Ini saya bicara pengalaman, namun sering juga ada oknum-oknum sengaja merusak untuk kemudian dijadikan tambahan air bagi persawahan. Saluran kami sepanjang 20 KM lebih yang terletak di daerah tak berpenduduk. Ini yang akan segera kami cek kembali,” katanya.
Selain hal tersebut, juga ditemukan beberapa saluran yang mengalami pendangkalan dan hal tersebut akan dilaporkan juga ke Balai Pompengan.
“Kebutulan kalau bagian pengerukan, itu kewenangan Balai. Kami akan koordinasi ke Balai untuk hal tersebut sekaligus pengaturan pintu air,” ungkap Beni.
Sedangkan terkait keluhan pelanggan, Beni menyampaikan permohonan maaf dan akan segera menemukan solusi.
“Kami meminta maaf kepada para pelanggan, kami akan segera selesaikan persoalannya dan mengembalikan produksi air yang normal seperti sebelumnya,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















