Sementara salah satu pedagang ayam di Pasar Minasa Maupa, Rahmi mengaku kenaikan harga terjadi jelang Ramadhan ini, dimana setiap ekornya mengalami kenaikan hingga Rp. 10 ribu.
“Memang setiap mau puasa harga naik, misalnya yang dulu Rp. 35 ribu per ekor sekarang Rp. 40 ribuan, dan yang besar biasanya Rp. 50 ribuan, sekarang Rp. 60 ribuan. Tergantung besarnya juga,” katanya.
Kendati demikian, meskipun terjadi peningkatan, permintaan juga meningkat. Pasalnya jika hari biasa hanya mampu menjual hingga 50 ekor, namun belakangan ini bisa menjual sampai 150 ekor ayam perharinya.
Hal berbeda diungkapkan Hj. Asni yang merupakan pedagan barang campuran, dimana hampir semua dagangannya masih tergolong aman atau tidak terjadi kenaikan harga.
“Semuanya masih aman, seperti minyak sunco, minyak kita, kalaupun ada yang naik seperti kacang yang dulu Rp. 25 ribu per kg, sekarang Rp. 28-30 ribu per kg, artinya masih aman,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap di bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, keberkahan bisa diraih khususnya terkait dagangannya yang bisa terjual dengan baik agar perekonimian masyarakat tersebut juga semakin meningkat.
“Semoga bulan suci ini semakin banyak pembeli supaya dagangan kita bisa laku dan uangnya terputar,” harapnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















