Untuk membuat jalan baru tersebut diperlukan pembebasan lahan. Pasalnya akan ada beberapa rumah masyarakat yang terkena dalam rencana pembuatan jalan tersebut. Sehingga Pemkab Gowa mengunjungi salah satu rumah masyarakat yang akan terkena pembebasan itu.
“Jika kita buatkan jalan baru maka harus dengan cara membebaskan beberapa rumah. Nah kita sudah menemui beberapa keluarga yang akan terkena, alhmadulillah semuanya sepakat,” kata Adnan.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat Pemerintan Kabupaten Gowa bersama tim khususnya Dinas PUPR Kabupaten Gowa akan membuat kajian terkait jalan tersebut dan akan dianggarkan dalam APBD Pemkab Gowa.
“Pemerintah Kabupaten Gowa akan segera menindaklanjuti dengan meminta apresial untuk menghitung rumah ini lalu kemudian dibebaskan dan yang kedua tim dari PUPR akan melakukan kajian jalanan yang akan dibuat, mulai dari panjang dan lebarnya berapa. Insya Allah akan dianggarkan dalam APBD Kabupaten semoga ini bisa mengatasi kemacetan yang ada di Jembatan Kembar,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Adnan berharap di momentum Ramadhan ini, program yang akan dijalankan bisa berjalan dengan baik sesuai perencanaan yang ada demi kesejahteraan masyrakat di masa yang akan datang.
Shalat tarawih pertama ini turut diikuti Wabup Gowa, H. Abd Rauf Malaganni, Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan, Wakil Ketua TP PKK Gowa, Mussadiyah Rauf, jajaran Forkopimda Gowa, dan pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















