“Saya tidak tahu bagaimana nasib saya dan bayi saya, jika bukan BAZNAS Kota Makassar yang datang membayar seluruh biaya caesar saya. Makanya, saya berterima kasih kepada BAZNAS Makassar. Sampai kapanpun bantuan ini tidak akan pernah saya lupakan.
Dikonfirmasi terpisah Kabag Umum Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa, Nurmalasari menegaskan, pihak rumah sakit merasa tidak pernah menahan pasien atas nama Heni dan bayinya. Malah, pihak rumah sakit telah memberikan tindakan penyelamatan keduanya, melalui operasi caesar.
Menurutnya, tindakan caesar sangat tepat dilakukan tenaga medis rumah sakit Syech Yusuf. Sekalipun BPJS miliknya tidak berfungsi, lantaran tidak pernah membayar iurannya, sehingga dikategorikan sebagai pasien umum.
“Nah, di rumah sakit manapun, pasien umum itu dikenakan biaya, yang ongkosnya lebih Rp10 jutaan. Namun, pihak rumah sakit sudah mengurangi jumlahnya. Tetapi, suami Heni itu selalu mau minta pulang, sementara bayinya masih butuh perawatan, sehingga bukan ditahan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar,
H.Jurlan Em Saho’as mengaku tidak bermaksud mencampuri urusan ditahan atau tidak si pasien tersebut. Hanya saja, lembaga Amil terpercaya dan amanah yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini itu bermaksud membantu mustahik yang benar benar dalam kesulitan biaya.
“BAZNAS Makassar tentunya menomor satukan harkat, martabat manusia dan kemanusiaan perlu terjaga. Apalagi menyangkut nyawa, menyangkut ummat dan keummatan. Makanya, tidak tunggu lama, setelah mendengar kabar, maka hari itu juga kami langsung merespon,” tuturnya, Selasa 28 Maret 2023.
Menurut H.Jurlan Em Saho’as, dirinya mendengar kabar ditahannya Heni beserta bayinya di rumah sakit milik Pemkab Gowa itu usai mendampingi Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto bersama tiga komisioner BAZNAS Makassar lainnya masing masing, HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim Matammeng, serta Waspada Santing (ketua, serta wakil ketua I dan III) saat penerimaan BAZNAS Award 2023 sebagai Kepala Daerah Pendukung Utama BAZNAS Sejahterakan Ummat di Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2023.
“Saat itu, saya ditelpon seorang ustaz. Dia menjelaskan kronologi pasien atas nama Heni. Setelah itu, saya langsung memerintahkan staf pelaksana BAZNAS Kota Makassar mendatangi pasien yanv dimaksud ke Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa. Dan, alhamdulillah tiga staf pelaksana yakni Rijal Syahruddin, Ahmad Kamsir, dan Syarifuddin Pattisahusiwa langsung mengasesmennya,” ujarnya, usai peluasan biaya persalinan tersebut, Rabu, 29 Maret.
Jurnalis yang juga seniman ini mengakui, sekalipun Heni dirawat di Rumah Sakit Syech Yusuf Kabupaten Gowa, tetapi dia adalah warga Kota Makassar yang beralamat di Jalan Dg.Siraju No 22/RT004/RW001, Kelurahan Bara Baraya Utara, Kecamatan Makassar.
“Jadi BAZNAS melunasi seluruh biaya yang dikenakan kepada Ibu Heni dan bayinya. Jumlahnya sebesar Rp.7.971.750,” tuturnya.
Seperti diketahui, setidaknya, ada dua program BAZNAS Kota Makassar. Yakni, konsumtif dan produktif. Program Konsumtif, yaitu bantuan yang diberikan tidak diharap kembali. Sebut saja, jika ada yang tidak mampu membeli makanan, maka BAZNAS bisa memberikan bantuan. Tahun ini (2023) BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan kepada 150 orang. Mereka mendapat bantuan bulanan, berupa uang tunai, beras, minyak goreng dan bahan sembako lainnya. (manaf)
Editor: Hamzah
















