Home / Sulsel

Rabu, 5 April 2023 - 22:08 WIB

Baznas Makassar Bantu Lunasi Biaya Operasi Bayi yang “Ditahan” RSUD Syech Yusuf

MEDIASINERGI.CO GOWA — Heni, Istri Muhammad Yusuf terpaksa ditahan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Kabupaten Gowa. Pasalnya, usai melahirkan secara  caesar, istri penjaga kandang peternakan di Pattallassang, Kabupaten Gowa ini tidak mampu melunasi biaya kelahiran anaknya, lebih Rp10 juta rupiah, pasca dioperasi.

Suaminya,  Muhammad Yusuf yang  dikonfirmasi di Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa mengemukakan, manajemen tidak  membolehkan istrinya meninggalkan RSUD yang beralamat di Jalan  DR. Wahidin Sudirohusodo,  Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Menurutnya, sang istri dan bayinya ditahan lantaran tidak mampu membayar biaya rumah sakit, yang begitu besar dengan pendapatan yang sangat kecil.

Dia mengakui, tidak memiliki uang sebanyak itu. Apalagi, baru sekitar tiga bulanan bekerja di kandang ayam, dan digaji setelah pemilik peternakan mendapatkan keuntungan. Jika rugi, maka dia tidak menerima gaji.

“Saya ini hanya bekerja sebagai penjaga peternakan ayam.  Tetapi, selama saya bekerja tidak menerima gaji lantaran lebih 1000 ekor ayam yang mati. Makanya, saya tidak punya uang sebanyak yang diminta pihak rumah sakit ini,” ujarnya, seraya memperlihatkan sisa uang sekitar Rp200 ribu, sisa pemberian lebih Rp1 juta dari pengelola peternakan ayam tempat dia mengadu nasib.

“Dalam keadaan yang tidak memiliki apa apa, istri saya  mau melahirkan, sehingga saya membawanya ke Puskesmas di Pattallassang. Karena tidak bisa melahirkan normal, istri saya dirujuk ke rumah sakit untuk operasi  caesar,” tambah pria kelahiran Makassar, 28 Oktober 1979 ini.

“Untungnya  BAZNAS Makassar, bisa membantu persalinan istri saya. Saya tidak bisa membalas kebaikan BAZNAS,” ujarnya histeris di depan pintu ruang perawatan istrinya.

Pernyataan senada dikemukakan Heni.  Ibu lima orang anak kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 24 Juli 1989 ini menambahkan, awalnya dirinya bermaksud caesar menggunakan fasilitas BPJS kesehatan, namun ternyata fasilitas BPJS tidak bisa digunakan karena sudah tidak aktif.

“Demi keselamatan bayi saya, maka saya diarahkan operasi caesar sebagai pasiien umum, yang biayanya cukul besar. Meski diakui untuk kebutuhan sehari-hari saja tak cukup apalagi untuk bayar rumah sakit,” paparnya.

“Untung saja, derita kami langsung direspon oleh  BAZNAS Kota Makassar yang bisa melunasi seluruh biaya operasj di rumah sakit. Jika tidak, dirinya mungkin  masih ‘ditahan’ di rumah sakit, entah sampai kapan,” ujarnya.

Heni setelah dioperasi ditahan selama empat hari di rumah sakit karena tak mampu melunasi biaya rumah sakit.

“Saya tidak tahu bagaimana nasib saya dan bayi saya, jika bukan  BAZNAS Kota Makassar yang datang membayar seluruh biaya caesar saya. Makanya, saya berterima kasih kepada BAZNAS Makassar. Sampai kapanpun bantuan ini tidak akan pernah saya lupakan.

Dikonfirmasi terpisah Kabag Umum Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa, Nurmalasari menegaskan, pihak rumah sakit merasa tidak pernah menahan pasien atas nama Heni dan bayinya.  Malah, pihak rumah sakit telah memberikan tindakan penyelamatan keduanya, melalui operasi caesar.
Menurutnya, tindakan caesar sangat tepat dilakukan tenaga medis rumah sakit Syech Yusuf. Sekalipun BPJS miliknya tidak berfungsi, lantaran tidak pernah membayar iurannya, sehingga dikategorikan sebagai pasien umum.

“Nah, di rumah sakit manapun, pasien umum itu dikenakan biaya, yang ongkosnya lebih Rp10 jutaan. Namun, pihak rumah sakit sudah mengurangi jumlahnya. Tetapi, suami Heni itu selalu mau minta pulang, sementara bayinya masih butuh perawatan, sehingga bukan ditahan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar,

H.Jurlan Em Saho’as mengaku tidak bermaksud mencampuri urusan ditahan atau tidak si pasien tersebut. Hanya saja, lembaga Amil terpercaya dan amanah yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Kecamatan Rappocini itu bermaksud membantu mustahik yang benar benar dalam kesulitan biaya.

“BAZNAS Makassar tentunya menomor satukan harkat, martabat manusia dan kemanusiaan perlu terjaga. Apalagi menyangkut nyawa, menyangkut ummat dan keummatan. Makanya, tidak tunggu lama, setelah mendengar kabar, maka hari itu juga kami langsung merespon,” tuturnya, Selasa 28 Maret 2023.

Menurut H.Jurlan Em Saho’as, dirinya mendengar kabar ditahannya Heni beserta bayinya di rumah sakit milik Pemkab Gowa itu usai mendampingi Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto bersama tiga komisioner BAZNAS Makassar lainnya masing masing, HM.Ashar Tamanggong, Ahmad Taslim Matammeng, serta Waspada Santing (ketua, serta wakil ketua I dan III) saat penerimaan BAZNAS Award 2023 sebagai Kepala Daerah Pendukung Utama BAZNAS Sejahterakan Ummat di Puri Agung, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2023.

“Saat itu, saya ditelpon seorang ustaz. Dia menjelaskan kronologi pasien atas nama Heni. Setelah itu, saya langsung memerintahkan staf pelaksana BAZNAS Kota Makassar mendatangi pasien yanv dimaksud ke Rumah Sakit Syech Yusuf Gowa. Dan, alhamdulillah tiga staf pelaksana yakni Rijal Syahruddin, Ahmad Kamsir, dan Syarifuddin Pattisahusiwa langsung mengasesmennya,” ujarnya, usai peluasan biaya persalinan tersebut, Rabu, 29 Maret.

Jurnalis yang juga seniman ini mengakui, sekalipun Heni dirawat di Rumah Sakit Syech Yusuf Kabupaten Gowa, tetapi dia adalah warga Kota Makassar yang beralamat di Jalan Dg.Siraju No 22/RT004/RW001, Kelurahan Bara Baraya Utara, Kecamatan Makassar.

“Jadi BAZNAS melunasi seluruh biaya yang dikenakan kepada  Ibu Heni dan bayinya. Jumlahnya sebesar Rp.7.971.750,” tuturnya.

Seperti diketahui, setidaknya, ada dua program BAZNAS Kota Makassar. Yakni, konsumtif dan produktif. Program Konsumtif, yaitu bantuan yang diberikan tidak diharap kembali. Sebut saja, jika ada yang tidak mampu membeli makanan, maka BAZNAS bisa memberikan bantuan. Tahun ini (2023) BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan kepada 150 orang. Mereka mendapat bantuan bulanan, berupa uang tunai, beras, minyak goreng dan bahan sembako lainnya. (manaf)

Editor: Hamzah

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

PINRANG

Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan dan Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pinrang

Sulsel

Dampingi Wali Kota Munafri, Fasruddin Rusli Hadiri Pembukaan CFD di Jalan Rusa

ENREKANG

Karnaval Enrekang Curi perhatian di HUT Sulsel ke- 357

Sulsel

Pengurus DPP IARMI Silaturrahmi Kajati Sulsel

Sulsel

JSI Baca Perpindahan Appi ke Demokrat: Bukan Sekadar Ganti Jaket, Peta Politik Sulsel Bisa Bergeser

Sulsel

Prihatin Kabut Asap di Makassar, Munafri Instruksikan Dinas Bagi Masker Gratis ke Siswa dan Kelompok Rentan

Sulsel

Jelang Musim Hujan, 150 Satgas PU Benahi Drainase Rawan Banjir Paccerakkang

PINRANG

Gubernur Sulsel, Membuka Workshop Leadership Ketua dan Pengurus TP PKK se-Sulawesi Selatan

Tinggalkan Komentar