“Kami bercita-cita bahwa pendaratan peradaban masa depan masyarakat Indonesia ada di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Wajo,” ujar Imam besar Masjid Istiqlal ini.
Tidak hanya itu, ia menegaskan akan melakukan reintegrasi keilmuan dalam mewujudkan mimpi tersebut.”Sudah waktunya kita merombak kurikulum, maka merubah pola metodologi yang induktif dan kuantitatif agar ajaran agama kita bisa bersahabat dengan akal,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, ia berjanji akan membangun Pondok Pesantren As’adiyah lebih luas lagi.”Insya Allah kami akan bangun Ponpes As’adiyah sebagai pusat peradaban islam yang berkolaborasi dengan kearifan lokal,” tuturnya.
Kegiatan tersebut di hadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Waryono Abdul Ghafur, KaKanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Khaeroni, Tamu Kehormatan, Syekh Hassan Said Abdelhamid Ahmed, Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna bersama jajaran Forkopimda, Camat Pammana, Junisatri Rasyid, Para Pengurus Pondok Pesantren As’adiyah serta undangan lainnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















