Muhammad Rizal juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi pada program penurunan stunting khususnya di Kabupaten Gowa ini.
“Saya turut berbahagia, penghargaan dan apresiasi saya sampaikan pada seluruh bapak ibu yang sudah berpartisipasi pada program percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud menuturkan kegiatan Diskusi Asyik Pendidikan Kependudukan (Dak Dik Duk) Pemberdayaan Kelompok Masyarakat difokuskan pada pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
“Dashat sendiri merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat dipadukan dengan sumber daya kontribusi dan dari mitra lainnya,” kata Sofyan.
Pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting Kabupaten Gowa dilaksanakan berdasarkan arahan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dimana program ini dilaunching sejak bulan Januari 2023 yang dikenal dengan nama Gassing Nganre atau dalam bahasa Indonesianya, kuat makan.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pencanangan 71 Kampung KB dan 71 Rumah Data Kependudukan di Kabupaten Gowa serta dilakukan Launching dan pencanangan kegiatan Program Bangga Kencana yaitu Sekolah Lansia Batara Hati Mulya Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Pencanangan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) Sebanyak 167 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Gowa.
Kemudian Wakil Bupati Gowa juga mengukuhkan Dandim 1409 Gowa, Kapolres Gowa diwakili oleh Kapolsek Bajeng Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gowa sebagai Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).
Wakil Bupati Gowa juga melakukan Pengukuhan Ayah/Bunda Genre kepada Camat Somba Opu, Camat Bajeng, Camat Barombong, Camat Bontonompo dan Camat Bontonompo Selatan dan Duta Genre Kabupaten Gowa.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















