“Intinya, guru penggerak itu adalah guru anti mager. Karena itu, jangan sekali-kali ada guru penggerak malas bergerak,” jelas Andi Ibrahim.
Lanjut ia menambahkan bahwa, calon guru penggerak diharapkan dapat memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain, pengembangan pembelajaran, manajemen sekolah serta pengembangan sekolah.
Penanggung Jawab Program Guru Penggerak BBGP Sulsel ini mengungkapkan konsep filosofi Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tutwuri Handayani.
Tak hanya itu, Andi Ibrahim juga membakar semangat peserta lokakarya Pendidikan Guru Penggerak Angkatan VIII yang berlangsung kurang lebih satu jam, tapi serasa hanya 20 menit, komentar seorang peserta lokakarya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















