Home / Sulsel

Selasa, 1 Agustus 2023 - 16:32 WIB

ANUGERAH KEBUDAYAAN PWI DI TENGAH PESTA DEMOKRASI 2024

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (AK-PWI Pusat) untuk Bupati/ Wali Kota, akan digelar kembali pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Jakarta. Rangkaian proses dan puncaknya berlangsung dalam suasana pesta demokrasi Pemilihan Umum 2024.

Kegiatan ini digelar pertama kali pada HPN 2016 di Lombok, era Ketua Umum PWI Pusat H. Margiono (almarhum). Kemudian diteruskan oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, yakni pada HPN 2000 di Banjarmasin, HPN 2021 di Jakarta, HPN 2022 di Kendari, HPN 2023 di Medan dan HPN 2024 mendatang, kembali di Jakarta.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari bersama Ketua Pelaksana AK PWI Yusuf Susilo Hartono, secara internal sempat membahas secara khusus AK-PWI 2024. Mengingat banyak bupati/ wali kota yang habis masa jabatannya, kemudian diganti Plt. Informasi dari berbagai pihak, khususnya dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), memberikan data bahwa masih ratusan bupati/wali kota yang menjabat hingga 2024.

Baca Juga:  Ramah Lingkungan, Bupati Wajo Tertarik Program Langit Biru Pertamina

” Bupati dan wali kota yang masih aktif ini, merupakan modal utama. Sebab, bupati dan wali kota yang ikut Anugerah Kebudayaan PWI, dari awal, mereka harus masih aktif, ” tandas Atal S. Depari di kantor PWI Pusat, Lt.4 Dewan Pers Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa 1 Agustus 2023

Ketua Pelaksana AK-PWI Yusuf Susilo Hartono menambahkan, konsep sejak awal dicetuskan 2015 — pasca-Temu Redaktur Kebudayaan se Indonesia di Siak,Riau 2014 — fokusnya pada bupati/wali kota, bukan daerahnya.

“Penghargaan ini sejak awal diniatkan untuk mengapresiasi kepala daerah. Sejauh mana yang bersangkutan melek kebudayaan, syukur-syukur menjadikan kebudayaan sebagai landasan pemajuan pembangunan daerah tempatan, sehingga hasilnya bisa terlihat secara konkret di daerah yang bersangkutan,” tutur Yusuf. Seraya ditambahkan, yang tak kalah penting, di era informasi ini, bagaimana bupati/wali kota bersama media dan wartawan memajukan kebudayaan lokal/nasional. Hal ini penting karena Presiden Joko Widodo selalu mengatakan DNA Indonesia itu kebudayaan. Bahkan UNESCO tahun 2017 jelas-jelas menegaskan bahwa Indonesia adalah super power kebudayaan. Dunia global pada 2022 menyadari dan sepakat bahwa kebudayaan itu sesuatu yang terbarukan.

Baca Juga:  Hadiri Puncak Peringatan HUT Kemenkumham ke-78, Danny Pomanto : Momentum Perkuat Kolaborasi dengan Pemkot Makassar

Sejak AK-PWI pertama pada HPN 2016 di Lombok, Sulawesi Utara sampai dengan ke lima pada HPN 2023 di Medan, Sumatera Utara, sudah 58 bupati/wali kota yang telah mendapat penghargaan. Di antaranya Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas periode 2010-2015, yang kini menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (PAN-RB), dan Walikota Bandung Periode 2013 – 2018 M. Ridwan Kamil, yang kini menjadi Gubernur Jawa Barat.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Aduan di Lontara+, Pemkot Makassar Gerak Padamkan Kebakaran Sampah di Jalan Leimena

Makassar

Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Desak APH Usut Tuntas dan Hukum Berat Kakek Cabuli 32 Murid SD di Makassar

Sulsel

Nasir Rurung Perkuat Peran Pemerintah Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba

SOPPENG

Polres Soppeng Sasar Pelajar, Gencarkan Binluh Narkoba dan Tertib Berlalu Lintas

Sulsel

Auditor KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Cabor Sudah Sesuai Regulasi, Tuduhan LSM Tak Berdasar

Sulsel

Respons Isu Hibah Rp15 Miliar, Ketua KONI Makassar: Sudah Sesuai Aturan dan Disetujui DPRD

Sulsel

Ketua TPAD Makassar: Hibah KONI Legal, Sesuai Seluruh Mekanisme dan Regulasi

Sulsel

Merajut Sinergi Shelter Warga dan Bhabinkamtibmas Satukan Langkah untuk Masyarakat