“Kabupaten Wajo Masuk menjadi Kabupaten Pertama di Indonesia sebagai anggota Jejaring Kabupaten/Kota Sehat WHO Asia-Tenggara pada Tahun 2022 dan sudah terlibat pada kegiatan WHO di Tiga Negara yaitu Bangkok, Denmark dan Nepal sebagai Narasumber tentang Pemberdayaan Masyarakat Lansia di Kabupaten Wajo,” ungkapnya.
Orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini juga memaParkanan dan menjelaskan dukungan terhadap penyelenggaraan Kabupaten Sehat serta inovasi di 9 tatanan, yakni Kehidupan masyarakat sehat mandiri, Pemukiman dan fasilitas umum, Satuan pendidikan, Pariwisata, Pasar, Transportasi dan Tertib Lalau Lintas, Perkantoran dan Perindustrian, Perlindungan Sosial dan Pencegahan dan Penanganan Bencana.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Penanganan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun 2023 ini merupakan tahun penghargaan sekaligus sebagai bentuk perayaan kabupaten-kota yang telah berhasil menyelenggarakan KKS.
“Terima kasih kepada semua stakeholder yang teribat di KKS dalam upaya memenuhi persyaratan penghargaan Swasti Saba Tahun 2023 yang cukup berbeda dari 9 kali penyelenggaraan sebelumnya,” ujarnya.
Penyesuaian tersebut kata Maxi Rein Rondonuwu, perlu dilakukan sebagai respon terhadap dinamika situasi global dan kebijakan pembangunan nasional.
“Saat ini kita telah sampai pada tahap verifikasi lapangan, dimana tahun ini tim verifikasi pusat melakukan pendalaman hasil dari verifikasi dokumen yang telah dikirim. Dimana nantinya hasil verifikasi merupakan keputusan sepenuhnya dari tim verifikasi pusat,”pungkasnya.(Far)
Editor: Manaf Rachman
















