Sulsel patut menjadi contoh dalam pengadaan gedung baru melalui hibah pembelian dari pemerintah provinsi Sulsel.
Meski diakui pernah sedih melihat gedung PWI Sulsel pernah diobok-obok oleh Satpol PP Pemprov Sulsel karena mempersoalkan aset yang digunakan oleh PWI dalam mengelola bisnis kepada pihak ketiga.
Namun ternyata masalah tersebut ada hikmahnya karena pada akhirnya Pemprov Sulsel memberikan hibab untuk pembelian gedung baru.
Sementara itu, Ketua PWI Sulsel, HM. Agus Salim Alwi Hamu mengatakan, dengan adanya gedung baru PWI Sulsel diharapkan seluruh insan pers dapat menggunakan fasilitas gedung untuk meningkatkan kemampuan para wartawan dan juga bisa mempererat hubungan silaturrahm, meski diakui dalam dua priode kepemimpinannya selalu menghadapi banyak masalah terutama masalah internal dari kalangan wartawan senior.
“Semoga dengan adanya gedung baru PWI Sulsel bisa mempersatukan seluruh wartawan di Sulsel,” harapnya,
Acara soft opening ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan ruang gedung baru.
Sebelumnya, Ketua Umum PWI Atal S.Depari dianugerahi nama Daeng Rewa yang artinya orang berani.
Acara juga ditandai pengucapan kata-kata spirit tradisional Suku Bugis Makassar yang disebut tradisi Angngaruk yang biasanya dipersembahkan kepada para tamu yang datang di Makassar.
Selain itu, Ata juga dihadiahi sebuah badik dan songkok Passapu yang merupakan ikat kepala yang digunakan oleh orang Suku Bugis Makassar serta penyerahan badik sebagai simbol orang berani Suku Bugis Makassar yang pantang mundur jika sudah terlanjur berjuang. (*)
















