Pria asal Salotengnga, Sabbangparu itu mengatakan, generasi melineal Wajo harus ditanamkan mainset enterprenuer, karena kemajuan sebuah bangsa tidak terlapas dari eksistensi para pengusaha.”Suatu negara bisa maju dan bersaing dengan negara lainnya apabila jumlah pengusahanya mencapai 14%Sementara enterpreneur di Indonesia hanya sekitar 3.4%. itu artinya masih butuh lebih banyak lagi memunculkan enterpreneur baru,”ujarnya.
Salah satu PR kader HIPMI, kata Adi, adalah meransang tumbuh kembangnya anak muda Wajo yang mempunyai mainset pengusaha bukan malah bermaniset pekerja. “Jika diberi amanah, kita akan arahkan organisasi ini sesuai tupoksinya,” tegasnya.
Adi menambahkan, bila terpilih nanti dia juga akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan salah-satu dari 25 program Pemkab Wajo yakni menciptakan 10.000 enterpreneur (wirausaha baru). “Saya menginginkan HIPMI menjadi ruang kolaboratif kepada seluruh anggotanya dan juga para pengusaha Wajo sebagai wujud memajukan ekonomi di Bumi Lamaddukkelleng,” tuturnya.(zah)
Editor: Manaf Rachman
















