Adapun beras relatif stabil karena terdapat tiga kios Bulog sebagai pengendali harga. Demikian jug stoknya dalam jumlah cukup. Ia ingin daerah lain atau pasar lain juga kios Bulog hadir.
“Saya senang, karena ada Bulog bikin pos pelayanan beras di pasar itu. Ada kiosnya. Secara umum, harga-harga relatif terkendali, kecuali ada komoditi yang bukan kita penghasilnya seperti bawang. Saya kira ini kerja sama antar daerah harus dilakukan,” ujarnya.
Ia pun menginatruksikan operasi pasar dilaksanakan pada senin dan selasa. Diharapkan menjadi solusi selain melakukan gerakan menanam dan budidaya cabai.
Demikian juga cabai agar Desperindag dan Ketapang melakukan upaya agar tidak terjadi kenaikan harga, karena tidak jaug dari lokasi tersebut terdapat daerah penghasil komoditi cabai, yakni Lingkungan Dulang, Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili.
Salah seorang pedagang, Wati menyampaikan, telur mengalami kenaikan Rp2 per raknya, “Dulu Rp45 sampai 48 ribu, sekarang Rp50 ribu,” jelasnya.
Adapun Bahtiar sejumlah eselon II diantaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, M Ilyas; Kepala BKAD Sulsel Salehuddin, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sulsel, Asharie Fakhsirie Radjamilo; Kalak BPBD Sulsel Amson Padolo; Kepala Inspektorat Marwan Mansyur; Kadisdag Ahmadi Akil; Asisten II Ichsan Mustari; Kabiro Umum Andi Ihsan; Kepala Kesbangpol Sulsel Muh Firda; dan Kasatpol PP Arwin Azis.(r)
Editor: Manaf Rachman
















