Tulisan-tulisan Adinegoro, yang beredar pada era 1950-an, banyak menekankan pentingnya merawat semangat kebangsaan dan demokrasi. Sebuah tema yang tetap relevan dengan persoalan bangsa hingga sekarang.
Sebagai catatan, panitia mengharapkan, tema “Merawat Semangat Kebangsaan dan Demokrasi” tidak harus dikaitkan dengan masalah politik. Banyak bidang lain yang juga relevan dengan tema tersebut.
Para peserta dinilai berdasarkan karya-karya yang sudah dipublikasikan, ditayangkan, atau disiarkan di media cetak, media siber, media televisi, media radio, atau media video media sosial periode 1 Desember 2022 hingga 30 November 2023.
Pengiriman naskah sudah dibuka sejak 1 Oktober 2023 dan ditutup pada 30 November 2023.
Penjurian berlangsung pada bulan Desember dengan dewan juri terdiri atas tokoh pers, pengamat, dan akademisi yang menguasai bidang jurnalistik sesuai kriteria penilaian dan bekerja secara profesional.
Sebagaimana disebutkan di atas, pemenang untuk setiap kategori akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 35 juta.
“Kami harapkan kalangan jurnalis Indonesia berpartisipasi dan ikut serta dalam penghargaan bergengsi ini tanpa melupakan Kode Etik Jurnalistik,” ujar Rita Sri Hastuti, Ketua Panitia Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023.
Diharapkan seluruh media massa di Tanah Air, cetak, daring, televisi, radio, mengimbau wartawannya agar menjadi peserta Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023. (r)
Editor: Manaf Rachman
















