Diakui, pemberian bantuan air bersih itu dilakukan kepada seluruh warga kota Makassar yang membutuhkan dengan cara meminta lansung ke unit layanan bantuan UPZ Baznas Sulsel yang langsung direspon secepatnya.
Menurut Dimas, penyaluran air bersih masih terbatas jumlahnya karena masih menggunakan tandon ukuran 1.200 liter, namun ke depannya diharapkan bantuan bisa dilakukan dalam bentuk armada truk tanki yang kapasitasnya lebih besar, namun sasaran prioritas bantuan air bersih ditujukan kepada warga yang sudah tidak lagi mendapat pasokan air bersih dari PDAM kota Makassar.
Sementara itu, Hasan salah seorang ketua RT di ORW 8 mengharapkan agar bantuan air bersih sangat diharapkan oleh warga, karena dalam beberapa hari terakhir air PDAM tak lagi mengalir ke rumah warga.
Semoga bantuan serupa juga bisa diberikan oleh instansi lainnya untuk meringankan penderitaan warga BTP yang mulai kesulitan air bersih.
Menurut Hasan, dalam penyaluran bantuan air bersih masyarakat diajak untuk membiasakan antri, sehingga tidak berebutan dan juga harus juga dibagi merata kepada seluruh warga minimal 2 jeriken setiap orang, ujarnya.(*)
















