Sebab menurut Danny Pomanto, ASN yang sudah mengabdi selama 30 tahun belum tentu memiliki pengalaman lebih banyak dari ASN yang lebih muda.
Apalagi selama ini terbangun paradigma yang keliru di lingkungan ASN karena menganggap senioritas diukur dari lamanya bertugas. Padahal tidak mutlak seperti itu.
“Padahal senioritas yang sesungguhnya diukur dari keahlian dia. Sehingga jangan sampai ada yang menerima 10 tahun seperti terlihat 40 tahun, atau sebaliknya yang menerima 30 tahun seperti 10 tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Akhmad Namsum mengatakan ada 196 ASN yang menerima Satyalencana Karya Satya.
Rinciannya, 55 ASN meraih pin emas dengan masa bakti 30 tahun, 38 ASN meraih pin perak dengan masa bakti 20 tahun, dan 103 ASN dengan masa bakti 10 tahun meraih pin perunggu.
Dari 196 ASN yang mendapat Satyalencana Karya Satya, empat diantaranya adalah pejabat eselon II. Yakni, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian, Evy Aprialti untuk masa bakti 30 tahun.
Sedangkan tiga lainnya untuk masa bakti 20 tahun, yaitu Staf Ahli Wali Kota, Aryati Puspasari Abady, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Andi Patiware, dan Kepala Dinas Perdagangan, Arlin Arista.(jk)
Editor: Manaf Rachman

















