Sementara, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujaddid Rais mengungkapkan, kalau Lazismu ini berdiri didua kaki. Secara regulasi izin ke Kemenag (aturan negara) dan kedua izin perserikatan.
“Walaupun ketika wilayah sudah mengeluarkan SK dari wilayah Muhammadiyah masing-masing, mereka harus mengajukan surat ke Lazismu pusat karena ada regulasi dari Kemenag,” ujarnya.
Ahmad Imam Mujaddid Rais mengatakan, dalam Rakernas kemarin disampaikan berapa hal terkait dengan tema “penguatan inovasi sosial untuk pencapaian SDGs” bahwa dalam penyusunan program itu, jangan banyak ceramah, bahas program langsung.
“Alhamdulillah kemarin kami memutuskan beberapa hal, yakni menetapkan ntarget jumlah penghimpunan nasional sebesar hampir Rp500 milyar, menetapkan database jumlah Musakki atau Mustahid, terget pencapaian SDGs pengetahuan sebagai Amil dan target plating kawasan.
“Diharapkan Lazismu disetiap provinsi paling tidak memiliki kawasan yang menjadi kampung berkemajuan atau kawasan menjadi pilot projet untuk menanggulangi kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi serta berjalan secara organik,” tandasnya.
Sebelumnya, Panitia Penyelenggara yang juga Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sulsel, Mahmuddin menyebut Temu nasional Lazismu dan Rakerwil Lazismu Sulsel ini yang digelar di sengkang ini atas bantuan Bupati Wajo. Kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif Lazismu Sengkang Wajo yang dimotori oleh Bupati Wajo
Artinya, kata dia Bapak Bupati secara pribadi adalah Ketua Dewan Pembina Syariah (DPS) Lazizmu Wajo tentunya secara pribadi, itu adalah merupakan suatu kontribusi yang sangat luar biasa kepada Lazismu. Bukan saja berdampak pada Lazismu Wajo tetapi juga pada Lazismu Sulsel dan Lazismu se Indonesia.
“Saya lihat, belum ada Bupati yang ada di daerah-daerah yang pernah menyumbang Lazismu sebesar itu. Kecuali yang ada di wajo ini. memang Bupati Wajo tidak ada duanya di Indonesia yang punya bantuan dan kontribusi besar pada Lazismu. Kita harapkan kedepan, kita akan bersama dengan beliau, sehingga organisasi sosial keagamaan akan lebih maju lagi,” pungkasnya.(Far-Zah)
Editor: Manaf Rachman
















