“Kami melihat di Makassar cakupan pelayanannya kurang lebih 70 persen, sedikit lagi 80 persen yang menjadi standar nasional. Tentu ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Kami (PDAM Manado) pelanggannya baru sekitar 20 ribuan, masih harus mengejar sekitar 60 ribu pelanggan untuk mencapai persentase standar nasional, dan kami butuh kiat-kiat dari Pak Beni tentunya,” ungkapnya.
Sedangkan ditempat yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar menyampaikan rasa terima kasih telah memilih Makassar untuk menjadi lokasi studi tiru yang dilakukan oleh PDAM Kota Manado.
Beni menceritakan bahwa, bagaimana proses yang panjang dilalui untuk peralihan status perusahaan PDAM Kota Makassar menjadi Perumda.
“Kami lumayan lama pengurusannya karena memang termasuk perda usulan, banyak lokasi yang harus dikunjungi untuk studi tiru. Mungkin nanti di Manado waktunya lebih singkat karena merupakan perda inisiatif dari DPRD setempat,” jelasnya.
Selain itu, Beni juga menambahkan bahwa dari awal 2022 telah mengoptimalisasi digitalisasi baik dalam pembayaran maupun informasi ke pelanggan.
“Polanya sudah ada dari dulu, namun baru kami optimalisasi sejak awal 2022. Kami mempermudah pembayaran pelanggan di hampir semua platform digital, serta informasi-informasi selalu kami sampaikan melalui media sosial serta media-media rekanan,” kata Beni.(jk)
Editor: Sudirman
















