“Wajo saat elnino, justru panen cabe. Bupati Wajo memanfaatkan el-nino untuk menanam cabe didaerah tertentu dengan menggunakan air danau tempe, Insya Allah khusus wajo kita siapkan benih cabe minimal 1.000 hektar, karena saya tahu masih punya potensi 8.000 Hektar untuk bisa ditanami cabe dan ini bisa menjadi komoditi andalan di sulsel yang bisa membantu mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.
Bahtiar Baharuddin mengharapkan, ke depan melalui jaringan yang ada bisa mendorong adanya industri cabe di Wajo, pasalnya Wajo punya produksi besar untuk komoditi cabe.
Pj Gubernur Sulsel ini juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi yang melaksanakan giat dengan lengkap di Wajo. “Giat pak Kapolda hari ini lengkap sekali, Bakti Sosial, Bakti Kesehatan dan pasar murah. Kalau kita di Pemerintah, biasanya selalu satu kegiatan saja yang dilaksanakan. tidak bersamaan,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, kalau Wajo pada tahun 2022 lalu menjadi penyangga pangan di Sulsel. Produksi padi mencapai 900 ribu ton lebih. “Alhamdulillah inflasi di wajo sedikit terkendali kecuali harga cabe yang masih pedas,” ujarnya.
Dia melanjutkan, pendapatan perkapita masyarakat di Wajo mencapai Rp62 juta per kapita. “Wajo termasuk daerah dengan oendapatan perkapita tertinggi di Sulsel,”ujarnya.
Terkait dengan giat Polda Sulsel, Amran Mahmud memberikan apresiasi kepada Kapolda Sulsel karena giat Bakti Sosial, Bakti Kesehatan dan Pasar murah ini sangat menyentuh masyarakat khusunya di kabupaten wajo. Dimana Pasar murah untuk mengendalikan inflasi, bakti sosial yang salah-satu tujuannya untuk mengendalikan stunting dan bakti sosial untuk membantu masyarakat kita di 14 kecamatan yang tidak mampu.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Pj Gubernur hari ini yang akan melakukan penanaman dan panen cabai di Tansitolo setelah acara di sini,” pungkasnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















