Amran SE mengatakan, banyak pelajaran yang ia dapatkan selama menjadi wakil bupati Wajo, terutama ilmu pemerintahan.”Terimakasih kepada semuanya, terutama ibu Sekda telah banyak memberi saya ilmu pemerintahan. Karena waktu saya pertama masuk, saya selalu belajar masalah pemerintahan,”ujar Amran dengan suara sendu.
Apel akbar ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada Kepala Perangkat Daerah, Asisten, Staf Ahli, Camat, Direktur RSUD atas partisipasi dedikasi mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain juga diberikan penyematan pin desa mandiri dan Nomor Induk Perangkat Daerah (NIPD) secar simbolis kepada 1075 perangkat Desa.
Usai pelaksanaan apel, ribuan peserta menyerbu pasangan pemimpin ini untuk sekedar berjabat tangan. Ada juga memeluk sambil menangis serta mengajak foto. Setelah itu dilanjutkan dengan konvoi menggunakan becak motor (bemor) menuju ke Masjid Agung Ummul Quraa’ Sengkang utuk shalat magrib dan rangkaian kegiatan lainnya.
Duo Amran Konvoi Menggunakan Becak Motor

Usai pelaksanaan Apel, Duo Amran Bersama Ketua dab Wakil Ketua TP PKK, pKepala OPD , Asisten, Staf Ahli, Camat dan Direktur RSUD serta peserta lainnya melakukan konvoi menuju ke Masjid Agung Ummul Quraa’ Sengkang utuk shalat magrib dan rangkaian kegiatan lainnya.
Tidak seperti pamitan pemimpin pada biasanya yang menggunakan mobil mewah berkonvoi, Duo Amran memilih menggunakan Becak Motor agar bisa lebih berinteraksi dengan masyarakat.
Dan terbukti, meskipun di tengah guyuran hujan, di sepanjang jalan yang dilewati konvoi ini, ribuan masyarakat tampak antusias menyerbu pemimpinnya ini untuk berjabat tangan dan memeluk, bahkan teriakan “lanjutkan” tampak terdengar dari masyarakat. Ada juga yang meneriakkan “Pammase” dan “Terima Kasih” kepada pasangan yang tulus mengabdi untuk Wajo ini.
Amran Mahmud menyampaikan permohonan maaf atas gangguan dan kemacetan yang ditimbulkan oleh konvoi ini. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dari masyarakat selama ini,” tutupnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















