Home / Advertorial / Sulsel

Senin, 22 April 2024 - 12:14 WIB

Hadiri HJW ke-625, Pj. Gubernur Sulsel: Wajo Banyak Melahirkan Cendekiawan dan Ulama

“Oleh karena itu, dalam peringatan Hari Jadi Wajo ini, kita mengemas acara bertema sutra, karena kita meyakini bahwa hanya dengan menghormati produk ini dengan cara yang pantas, maka produk ini bisa menempati posisi yang tepat, di tengah gempuran produk tekstil nasional bahkan internasional, yang tidak terhindarkan,” katanya.

Andi Bataralifu juga mengatakan Motif atau corak sutra yang dikenakan oleh Gubernur dan sejumlah undangan pada hari ini, telah didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kementerian Hukum dan HAM.

Katanya, pendaftaran KIK ini berlangsung atas partisipasi dari beberapa IKM tenun Kabupaten Wajo yang dikoordinir oleh Asosiasi Silk Solution Center. Di antaranya berasal dari Arni Kurnia, Losari silk, Sumber Sutera, Akil Amin silk, Aminah Akil silk, Adenny silk, Salfa silk, Family silk, dan Sutera Indah.

Baca Juga:  Rutan Watansoppeng Panen Kacang Hijau

Semoga dengan pendaftaran motif dalam KIK dapat menjaga kreativitas perajin sutra kita dari pembajakan atau pelanggaran Hak Cipta lainnya oleh pihak yang tidak bertanggung
jawab.

“Semoga dukungan dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dapat terus menginspirasi, sekaligus menjadi penggerak yang efektif dalam memajukan industri ini. Dalam kondisi ini, sinergitas program Pemkab Wajo dengan program Provinsi, bahkan Nasional, sangat kita perlukan. Bergerak maju untuk lebih cerdas dan lebih giat dalam membangun daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin mengatakan, hari ini adalah hari spesial, selain HJW juga dilaksanakan hari Bumi dan Pencanangan Gerakan Peduli Stunting melalui Kampanye Makan Telur setiap hari bagi balita dan ibu hamil.

Baca Juga:  Ciptakan Pemilu Damai dan Berkualitas, Danny Pomanto Dorong Camat-Lurah Hingga RT/RW Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Bahtiar menyebut Kabupaten Wajo banyak melahirkan cendekiawan dan ulama yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi teladan.

Menurut Bahtiar, banyak hal yang harus dilakukan untuk mengembalikan kejayaan alam Wajo, 600 tahun yang lalu banyak danau tapi sekarang sudah berkurang.

“Wajo dulu menjadi tempat persinggahan dan banyak dikunjungi orang. Wajo menjadi Jasirah. Dari 514 Kabupaten Kota di Indonesia, Wajo paling banyak Danaunya, mari kita kembalikan ekososistem danau, ” ujarnya.

Bahtiar juga menyebut jika dia dan bupati wajo sudah berkomitmen untuk menjadikan Wajo sebagai Pusat perikanan air tawar.

“Kita akan membangun tempat, pembibitan ikan air tawar. Unagi (Massapi) adalah salah satu ikan yang banyak digemari orang jepang, ” ujarnya. (sab)

Editor: Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

Buka Muscab HNSI Makassar, Munafri Tegaskan Perhatian Pemkot pada Ekonomi Pesisir

PINRANG

Bupati Pinrang Serahkan Secara Simbolis Kendaraan Operasional Pendukung Koperasi Merah Putih

Sulsel

Munafri Tepati Janji Politik: Beban Warga Diringankan, 9307 KK Tamalate Bebas Iuran Sampah

Sulsel

Tampil Tak Terkalahkan, Wajo Lolos ke Perdelapan Final Piala Gubernur 2026

Sulsel

Sudah 5123 KK Penerima Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Panakkukang

Sulsel

Wali Kota Munafri Perluas Penerima Sampah Gratis di Tamalanrea

SOPPENG

PWI Sulsel Sinergi Bersama RRI, TVRI, dan ANTARA demi Dorong Pemberitaan Berkualitas

Sulsel

Tim Baksos IARMI Sulsel Bantu Sandang dan  Sembako Warga  RW 4 Kompleks Kusta Jongaya Makassar