“Kita perlu bersatu menyuarakan penolakan terhadap perusakan lingkungan, gunung kita perlu jaga, hutan harus tetap lestari dan tambang wajib di tolak demi menyelamatkan daerah kita dari bencana,” pintanya.
Alumni Magister Unhas itu mengaku sangat menaruh perhatian semua pihak turut mengawal. Ulah oknum tersebut berdampak sangat buruk terhadap segala aspek.
“Dari segi lingkungan kualitas udara, sampai kesehatan masyarakat sekitar dan ujungnya berdampak banjir. Jadi jika sengaja dibiarkan, berarti sama saja mencelakai seluruh masyarakat di daerah itu,” ungkapnya.
Pasalnya, kerusakan lingkungan yang terjadi khususnya berdampak banjir efek dari pengerukan gunung secara brutal yang berada di wilayah Kabupaten Wajo dan tambang yang beroperasi secara ilegal.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















