Home / Sulsel

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:22 WIB

Tambang Emas di Kawasan Latimojong Diduga Penyebab Banjir di Sejumlah Kabupaten

Bentang sawah di sejumlah kabupaten yang terkena dampak banjir

Bentang sawah di sejumlah kabupaten yang terkena dampak banjir

Di Kabupaten Wajo, meskipun DAS Awo dan Siwa memiliki tutupan hutan di atas angka 30 persen namun aliran sungainya juga terhubung dengan Sungai Belawae (DAS Bila Walanae yang memiliki tutupan hutan di bawah angka 30%). Sehingga sangat memungkinkan terjadinya luapan air sungai.

Tambang dan alih fungsi lahan di daerah inti dan penyangga Pegunungan Latimojong memperparah banjir serta longsor yang terjadi di Luwu, Enrekang, Sidrap, dan Wajo. Pada kawasan penyangga Pegunungan Latimojong terdapat wilayah pertambangan emas milik PT MDA dan beberapa aliran sungai di sekitarnya juga dibebani oleh izin pertambangan pasir sungai (galian c).

Sedangkan jenis tanah di sekitar kawasan itu, yakni tanah andosol dan latosol yang rentan erosi terutama ketika musim penghujan. Sehingga, alih fungsi lahan untuk aktivitas ekstraktif dan perkebunan di kawasan penyangga akan mendorong terjadinya banjir dan longsor.

Baca Juga:  Wakil Bupati Takalar Terima Kunjungan Kerja Kementerian Lingkungan Hidup di TPA Balang

PT MDA memegang SK No 171.K/30/DJB/2018 dengan luas konsesi 14 ribu hektare. Data Minerba One Map Indonesia (MOMI)  menunjukkan kawasan ini terletak dalam dua bentang berbeda.

Pada Oktober lalu, perusahaan itu telah menyelesaikan kompensasi lahan seluas 980 ha. Seluas sekitar 307,6 ha teridentifikasi masih berada dalam pengelolaan warga masyarakat dan 181,2 ha teridentifikasi merupakan tanah negara yang tidak berada dalam penguasaan masyarakat. Mereka menargetkan penyelesaian lahan seluas 1.434 ha.

“Sekitar seribu hektar area itu berada diarea fungsi ekologis tinggi dan selama ini perencanaan dan eksplorasi tambang emas tidak pernah libatkan masyarakat. Hanya orang tertentu saja,” ucap Al Amin melalui telepon.

Baca Juga:  Andi Bataralifu: Jembatan Gantung Merupakan Akses Vital Masyarakat Awota

Kajian Walhi Sulsel menunjukkan daya dukung dan daya tampung air Gunung Latimojong telah menurun beberapa tahun terakhir seiring dengan kegiatan perusahaan itu maupun tambang ilegal. Beberapa kali juga Luwu menjadi korban banjir dan tanah longsor saat musim hujan tiba.

“Aktivitas pertambangan di wilayah Latimojong membawa dampak serius terhadap lingkungan. Pembukaan lahan dan pengerukan sungai yang dilakukan oleh pertambangan menyebabkan air meluap dengan cepat saat musim hujan, berpotensi menimbulkan banjir bandang yang merusak,” kata dia. (tim).

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan, Wali Kota Munafri Hadiri Syukuran HUT Kodam XIV/Hasanuddin

Sulsel

Hari Lahir Pancasila, Munafri-Aliyah Ajak Warga Makassar Hidupkan Nilai Kebangsaan

Sulsel

Dharma Menjaga Perdamaian Dunia, Munafri Serukan Kolaborasi Lintas Agama di Makassar

Makassar

Jelang Konferensi PWI Sulsel, MEDIA SINERGI GROUP Konsolidasi di Makassar

Sulsel

Wali Kota Munafri: MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM

Makassar

Konferensi PWI Sulsel Forum Konsolidasi Organisasi

PWI

Amrullah Nomor 1, Suwardi Thahir Nomor 2

Sulsel

BSI KCP Sengkang Sudirman Hadirkan Layanan Terbatas dan Weekend Banking: Solusi Mudah Transaksi di Hari Libur