Anggarannya pun terbilang murah menurut Tito, hanya 30 Miliar. Pemkot Makassar sudah mampu menghadirkan ratusan CCTV di kotanya.
“Saya dulu mau buat CCTV waktu jadi Kapolri dimintai 1 Triliun. Langsung saya batal. Dan saya bertanya ke Pak Danny beliau hanya menggelontorkan anggarannya 30 Miliar semua bisa buat dan dipantau di ipadnya langsung. Jangan diproyekkan tapi pekerjakan anak-anak asli dari kota anda itu sangat membantu. Biayanya pun murah,” ungkapnya.
Sementara, Pj Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra, yang hadir pada rakernas tersebut mengaku bangga Kota Makassar disebut dihadapan seluruh Wali Kota dan peserta Rakernas di Balikpapan.
Dia menyebutkan Operation Room atau disebut War Room yang diinisiasi langsung Wali Kota Makassar, Danny Pomanto salah satu wadah guna mempercepat fungsi Collect, Communicate, dan Crunch dalam tahapan Smart City mulai tahun 2015.
“Kami delegasi dari Kota Makassar sangat bangga mendengar pujian dari Mendagri untuk kota Makassar dihadapan seluruh peserta Rakernas. War Room kita memang menampilkan tayangan real time melalui ribuan kamera CCTV berupa diberbagai titik strategis, termasuk lorong wisata,” jelasnya.
Selain itu, kata Firman menegaskan war room juga menampilkan data kependudukan, pemantauan cuaca dan iklim, serta aplikasi tracking GPS pada semua kendaraan layanan publik milik Pemkot Makassar, seperti mobil Home Care.
“Dilengkapi dengan alat perekam (NVR) aktif 24 jam, terpantau melalui Operation Room Kota Makassar. Dengan tekhnologi digital yang digunakan, dapat melayani selama 24 jam penuh,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















