“Alhamdulillah saat ini stunting di Desa Jonjo telah berhasil kita turunkan setiap tahunnya sehingga saat ini anak stunting di Desa Jonjo tidak ada lagi,” katanya.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf terkesan dengan inovasi tersebut. Ia mengatakan kandungan gizi dalam inovasi panganan bayam Brazil yang dibuat sudah sesuai, namun ada beberapa olahan yang takaran gulanya perlu dikurangi.
“Saya bersama tim SMEP sangat terkesan dengan kreasi panganan yang disuguhkan, ini membuktikan bahwa PKK Desa Jonjo bersama para Kader Posyandu mampu berkolaborasi dengan baik, apalagi tadi bu Desa mengatakan bahwa stunting di Desa Jonjo sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Parigi, Nuraeni mengatakan bahwa rencana program kerja TP PKK Kecamatan Parigi Tahun 2024 dilingkup sekretariat yakni pembinaan adminstrasi buku 6, Pembinaan Aplikasi SIM PKK (Dasawisma), pembinaan kelompok-kelompok PKK dan pembuatan laporan kegiatan.
“Khusus Dasawisma dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pelatihan. Alhamdulillah tahun ini ada anggaran di Kecamatan yang melekat untuk pelatihan ini,” ungkapnya.
Sebelum melakukan SMEP di Kecamatan Parigi, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa beserta jajaran TP PKK Kabupaten Gowa melakukan SMEP di Panyeroang, Lingkungan Parang, Desa Lanna Kecamatan Parangloe.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















