Pj. Gubernur Sulsel Ajak Wartawan Fokus Promosikan Produk Daerah
Laporan Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Provinsi Sulsel memiliki banyak potensi yang sudah dikenal sejak dahulu, namun karena kurang dipromosikan, maka produk Sulsel tersebut kalah bersaing dengan daerah lainnya. Disinilah peran wartawan diminta untuk gencar memberitakan produk unggulan Sulsel tersebut di media masing-masing, agar Sulsel juga bisa dikenal secara umum.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pj.Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh dalam sambutannya ketika melepas kontingen atlet dan ofisial Porwanas PWI Sulsel yang akan berangkat ke Porwanas XIV Banjarmasin, Kalsel, Minggu, 18 Agustus 2024 di Rujab Gubernur Sulsel, yang dihadiri Sekprov Sulsel HM. Jufri Rachman dan sejumlah pejabat Pemprov Sulsel.
Tim Porwanas PWI Sulsel yang hadir dalam pelepasan dipimpin Ketua PWI Sulsel, HM. Agus Salim Alwi Hamu, Ketua Dewan Penasihat, Andi Pasamangi Wawo, Ketua SIWO, H.Zulkifli Gani Ottoh, Wakil Ketua Bidang Organisasi H.Manaf Rachman, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan H. Muchtar Arifuddin, Sekretaris SIWO Ismail Sellery, Ketua Panitia Porwanas, H. Daswar M.Rewo dan Sekretaris Sukri serta 31 orang atlet Porwanas PWI Sulsel.
Prof Zudan lebih jauh mengatakan, media memiliki peran penting dalam mempromosikan produk unggulan daerah yang meliputi produk makanan khas daerah, komoditas unggulan serta bidang layanan pendidikan, kesehatan maupun layanan birokrasi pemerintahan.
Untuk itulah, dalam mempromosikan produk barang dan jasa unggulan daerah, dibutuhkan sebuah kepercayaan (trust) yang harus terbangun secara bersama-sama dari semua stakeholder.
Untuk membangun kepercayaan tersebut, maka harus dimulai dari para pimpinan daerah dan pejabat, agar bisa menciptakan trust government di masyarakat.
“Kota Malang kini sudah menggeser Jogja sebagai kota pendidikan, itu karena adanya media yang berperan mempromosikan sistem pendidikan akademis yang lebih maju secara kontinyu dan didukung oleh perbaikan layanan bidang pendidikan tinggi yang lebih baik,” ujarnya.
Dewasa ini Pemprov Sulsel sedang membangun rumah sakit terpadu penyakit jantung, paru dan otak yang bertaraf internasional, yang diharapkan bisa mengambil peran dari rumah sakit besar terkenal di pulau Jawa.
Rumah sakit terpadu tersebut tidak akan dikenal masyarakat dari luar Sulsel, jika tidak disertai dengan promosi yang seharusnya dilakukan oleh para wartawan. “Dengan promosi lewat media, maka wartawan dapat menciptakan brand yang baik dan dikenal di masyarakat,” ujarnya.
















