Home / Advertorial / Sulsel

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 08:54 WIB

Pj. Bupati Wajo Andi Bataralifu Buka Festival Danau Tempe, Ini Harapannya

Pj. Bupati Wajo Andi Bataralifu membuka Festival Danau Tempe (FDT) tahun 2024 yang ditansdai pemukulan gong di Lapangan Merdeka Sengkang, Jumat (23/08/2024)

Pj. Bupati Wajo Andi Bataralifu membuka Festival Danau Tempe (FDT) tahun 2024 yang ditansdai pemukulan gong di Lapangan Merdeka Sengkang, Jumat (23/08/2024)

Pada kesempatan itu, Andi Bataralifu juga mengungkapkan, kalau Danau Tempe setiap tahunnya mengalami masalah pendangkalan sekitar 30cm, masalah terasa terutama ketika musim hujan, air akan melimpah membanjiri kawasan permukiman. Pendangkalan ini disebabkan karena sedimentasi tanah dan lumpur yang terbawa dari sungai dan anak sungai yang mengairi danau, sedangkan aliran keluarnya hanya satu sungai.

“Beruntung Pemerintah Pusat telah melakukan revitalisasi, walaupun sempat terhenti karena covid-19 yang lalu, namun pada tahun 2024-2025 akan kembali dilanjutkan. Mari kita jaga dan mendukung upaya revitalisasi ini agar berjalan lancar dan mendapatkan manfaat sesuai yang diharapkan,” tuturnya.

Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Dirjen Otoda Kemendagri ini mengutarakan, salah satu atraksi wisata yang menjadi daya tarik wisata di Danau Tempe, selain Festival Danau Tempe ini, adalah kearifan lokal dalam sistem bermukim mengapung di Danau Tempe. Rumah mengapung yang terdapat di Danau Tempe bukan saja sekadar rumah yang dibuat secara mengapung, tetapi rumah yang dibuat dari proses adaptasi masyarakat terhadap lingkungan di atas air selama puluhan tahun yang memiliki mata pencaharian di Danau Tempe.

Baca Juga:  Sambut Tahun Baru 2024, Resolusi Danny Pomanto : Baik Untuk Semua

“Pemandangan tersebut menjadi daya tarik wisatawan terutama wisatawan mancanegara yang mendominasi kunjungan secara umum di seluruh objek wisata di Kabupaten Wajo. Namun pada beberapa tahun terakhir ini, jumlah wisatawan mancanegara mengalami penurunan akibat jumlah rumah terapung berkurang secara signifikan,” tuturnya.

Dia m,enyebutkan bahwa, tercatat pada tahun 2016 terdapat sekitar 80 unit rumah mengapung di Danau Tempe, namun seiring tahun, jumlah rumah mengapung berangsur berkurang, bakan pada tahun 2024 ini tersisa tinggal 7 unit rumah saja.

Baca Juga:  Manfaatkan potensi Internal, Menangkan TSM - MO

“Maka untuk mengembalikan potensi wisata Danau Tempe, selaku pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu berkolaborasi mencarikan solusi dan kerja nyata agar potensi ini kita dapat angkat kembali,” harap orang nomor Wahid di Bumi Lamaddukkelleng ini.

Sementara Plt.Kadis Porapar Kab.Wajo Muhammad Ilyas berharap agar kegiatan FDT 2024 menjadi ajang untuk lebih memperkenalkan pesona dan destinasi wisata Kabupaten Wajo kepada wisatawan mancanegara maupun domestik serta menjadi penyemangat dari upaya membangun pariwisata di Kab.Wajo menjadi lebih baik.
(Humas Wajo)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Duduk Bersama, Pemkab – DPRD Takalar Fasilitasi Dialog Warga Laikang dan PT Tiram

Sulsel

Tekankan Fungsi Pengawasan, Nasir Rurung Pastikan Program Pemerintah Berjalan Sesuai Aturan

Sulsel

Pemkab – DPRD Takalar Dorong Investasi Mampu Berikan Manfaat ke Masyarakat

Sulsel

Menuju Sanitary Landfill, Pemkot Makassar Benahi TPA Antang dengan Sistem Cover Soil

SOPPENG

Bupati Soppeng Hadiri Tasyakuran Brigjen Pol H. Faizal di Takalala

Sulsel

SPMB Makassar 2026 Dibuka 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun dan Siapkan Dokumen

PWI

Pelaksanaan Konferprov PWI Sukses, Hindari Permusuhan, Panitia Dibubarkan

ENREKANG

TNI bersama Masyarakat Gotong Royong Membangun Jembatan Armaco