Keberhasilan ini, kata dia tidak lepas dari kolaborasi semua stake holder, mulai dari Tim Pembina KKS, Forum Kabupaten Sehat, Tim Teknis, Tim Penyusun dokumen, Forkom dan Pokja. “Dalam Forum Kabupaten Sehat ini kita libatkan Ulama (Usia Lanjut Masih Aktif). Dan Ulama inilah yang membawa kita bisa berbicara di Forum WHO,” ujarnya.
Usai diterima di Aula Bappelitbangda, rombongan Pemkab Mamuju berkunjung di Sekretariat Forum Kabupaten Sehat.
Pada kesempatan tersebut Sekretaris FKS Wajo H. Muchlis Mammi memberikan gambaran penyelenggaraan KKS di Bu,i Lamaddukkelleng.
Menurut Muchlis Mammi, keberhasilan dalam penyelenggaraan KKS ini dalah adanya komitmen dari Pemkab Wajo, kemudian komitmen dari Tim Pembina dan FKS. “Dimana dalam Tim Pembina, semua OPD ada terlibat sebagai tim teknis sementara di FKS, kita tidak memanfaatkan ASN tetapi melibatkan masyarakat dalam hal ini Ulama yang merupakan pensiunan,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa yang menjadi kunci dalam penyelenggaraan KKS ini adalah pencapaian target Open Defecation Free (ODF). “Meskipun semua sudah lengkap kalau ODF belum capai target maka semuanya sia-sia karena ODF kunci utama dalam penyelenggaraan KKS,’ tegasnya.
Muchlis Mammi mengungkapkan, kalau hanya dua Kabupaten/kota se indonesia yang terpilih sebagai jejaring WHO yakni Kabupaten Wajo dan Kota Makassar.(zah)
Editor: Manaf Rachman
















