Lomba ini telah berlangsung sejak 21 Oktober, dimulai dengan tahap pendaftaran hingga seleksi yang menghasilkan 10 finalis terbaik.
Proses penjurian melibatkan berbagai pihak, termasuk budayawan, seniman, akademisi, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Pinrang, guna memastikan motif yang terpilih memiliki nilai budaya, estetika, dan relevansi dengan identitas daerah.
Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Pinrang, Hartono Mekka, dalam kesempatan yang sama, memberikan apresiasi atas kreativitas peserta dan kerja keras panitia.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk melestarikan seni budaya lokal dan mengembangkannya agar menjadi ciri khas yang membanggakan bagi Pinrang,” ungkapnya.
Dengan terpilihnya motif pemenang, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap dapat terus mendorong pengembangan sektor kerajinan dan seni budaya sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif daerah. (Tan)
















