“Berkat inovasi yang dimenangkan, Pemkot Manado mendapat DID sebesar sekitar 8,9 miliar. Pemkot Manado juga sudah masuk zona hijau atas penilaian dari Ombudsman dengan nilai lebih dari 96 poin, yang mana lebih tinggi dari seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara,” jelasnya.
Selain itu, Capaian Pemkot Manado berkat penilaian ketepatan waktu pelayanan (SOP). Pemkot Manado berkali-kali hadir dalam agenda internasional di Barcelona dan Shanghai, China. Walikota saat itu mengikuti rangkaian agenda yang bertujuan untuk mengeksplorasi peluang baru dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Qingdao City dan negaranegara serumpun ASEAN.
Dikatakan, bahwa keberhasilan Pemkot Manado tidak terlepas dari dukungan dan komitmen Waiikota, dakungan anggaran DPRD dan kinerja jajaran pegawai Pemkot Manado.
“Kinerja layanan disini juga, semua sudah berbasis digital, semua terbaca oleh sistem, dan dengan alur SOP yang jelas. Misal ada SOP yang terlewat atau lama dilayani, maka Walikota akan mengetahui dan akan langsung menindaklanjuti ke pejabat terkait,” urainya.
Riwayat capaian target dan kinerja DPMPTSP melalui MPP, sudah termasuk saat pandemi melanda.
Pada intinya, keberhasilan yang dicapai, ada setidaknya ada beberapa
hal yang harus dipedomani dan ditingkatkan, diantaranya, Kemauan dan komitmen Kepala Daerah, Dukungan politis Anggota DPRD, Kepastian Hukum untuk investor, Mindset/budaya pegawai dalam bekerja (layanan/SOP) dan lainnya.
Mendengar penjelasan itu, Ketua Komisi I DPRD Wajo berharap kunjungan kerja ke DPMPTSP Manado dengan membawa instansi terkait, sederet pengalaman dan keberhasilan ini nantinya juga bisa kita capai.
“Setidaknya apa yang didapat di sini bisa kita terapkan untuk menyatukan persepsi dalam upaya meningkatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat,” katanya. (rj)
















