Menjelang Konferprov PWI SulSel
MEDIASINERGI.CO
MAKASSAR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, mendorong “Pers Sehat-Sulsel Maju” menjelang Konferensi Provinsi PWI Sulsel, pada 2 Juni 2026 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh menuturkan, bahwa _pers yang sehat_ akan berdampak positif bagi kemajuan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Ini artinya, bukan kondisi fisik, tetapi kami ingin agar wartawan anggota PWI senantiasa berkualitas, berintegritas, dedikasinya bagus, dan bersertifikat uji kompetensi wartawan (UKW) Dewan Pers, bahkan tunduk terhadap Undang Undang 40 tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Perilaku Wartawan (KPW), serta Peraturan Organisasi (PO) PWI, nah semua inilah yang kami anggap Pers Sehat,” ucapnya.
Zugito sapaannya, menuturkan bahwa, jika profesi wartawan sehat, itu ditandai dengan wartawan memiliki dan taat terhadap aturan tersebut, selalu menghindari pembuatan dan penyebaran berita-berita hoaks yang menyesatkan, sudah pasti pers itu sehat.
Zugito menambahkan bahwa, Pers Sehat ini, juga didukung oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, saat panitia konferrov bersilaturahmi dua pekan lalu, agar wartawan di Sulsel profesinya sehat dan tunduk terhadap aturan.
“Kalau banyak hoaks, artinya pers tidak sehat, dan Sulsel tidak maju, karena wartawannya tidak berkualitas,” tuturnya.
Menjelang Konferensi PWI Sulsel, Zugito berharap agar ketua yang terpilih kelak, adalah ketua yang bisa mempersatukan wartawan PWI se-Sulsel, dan meningkatkan kualitas profesi anggotanya.
“Ketua nanti itu harus memiliki visi dan misi yang jelas, untuk berupaya terus meningkatkan kualitas ke wartawan melalui pendidikan. Karena dengan perkembangan digitalisasi sekarang yang sangat pesat. Jika ketua terpilih nantinya tidak memberikan ruang untuk peningkatan kapasitas dan kualitas wartawan di Sulsel, akan tertinggal dan bahkan terbelakang dari provinsi-provinsi lain,” bebernya.
Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat ini, juga menegaskan bahwa, figur ketua nanti, harus fokus untuk melakukan perkembangan kualitas wartawan Sulsel.
Selain itu, Zugito juga menegaskan bahwa, figur ketua tidak boleh mencampuradukkan kepentingan organisasi PWI dengan kepentingan politik praktis.
“Jangan organisasi dipolitisasi. Jangan dikaitkan dengan jabatan politik. Jangan ada calon ketua dan calon pengurus mengaitkan PWI dengan politik, karena PWI harus menjaga independensinya,” tegasnya.
















