Laporan H. Manaf Rachman
MEDIASINERGI.CO MAKASSA — RSalah satu tujuan dari program makan bergizi gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo adalah untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas melalui pemenuhan gizi generasi muda sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Sasarannya dari program ini adalah untuk mendapatkan generasi yang sehat dan cerdas tahun 2045 yang sasarannya untuk mencapai tujuan generasi Indonesia emas.
Dalam pelaksanaan program inilah, sehingga Kemendikdasmen bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan ketepatan sasaran program dari program tersebut agar tepat sasaran.
Sejalan dengan hal tersebut, maka program prioritas Ombudsman Perwakilan Sulsel pada tahun 2025 adalah fokus pada pelayanan program makan bergizi gratis di Provinsi Sulsel.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulsel, Ismu Iskandar, ST MT pada acara diskusi yang digelar dengan nama Ngopi Boss, atau akronim dari Ngobrol Pengawasan Inklusif Bareng Ombudsman Sulsel, yang dihadiri sejumlah media online cetak dan juga organisasi Wartawan dari PWI, IWO dan AJI, Selasa, 14 Januari 2025, di cafe Obia Eatery and Coffee di jln Tun Abdulrazak, Kabupaten Gowa.
Program Presiden Prabowo ini merupakan program prioritas sehingga perlu dikawal dan diawasi agar tujuannya tidak salah sasaran.
“Sejak dilakukan uji coba program makan bergizi gratis di beberapa sekolah di Makassar tanggal 5 Oktober 2025, ombudsman Sulsel juga sudah melakukan pemantauan lansung di beberapa titik sekolah di Makassar dengan melihat langsung pembuatan makanan bergizi mulai dari tempat pengolahan makanan, dari segi kesehatan maupun kehalalan bahan, hingga yang sistem distribusi yang,” ungkap Ismu Iskandar.

Dari pantauan di sejumlah sekolah, Ombudsman Sulsel, merasa optimis program MBG tersebut bisa berjalan lancar, karena efeknya sangat dirasakan oleh masyarakat, yang ikut membuka banyak peluang kerja.
















