Menurut kesaksian H. Tayang, pintu kaca setebal 5 sentimeter tersebut meledak tanpa adanya sentuhan atau dorongan dari siapa pun. Pintu utama itu terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri. Saat kejadian, pintu sebelah kanan dalam keadaan terbuka, sementara yang di sebelah kiri masih tertutup. Akses keluar jamaah dari lantai dua hanya melalui pintu kanan.
Kedua saksi yang berada di dekat pintu kaget dengan kejadian itu, melihat kaca tebal tiba-tiba hancur dan jatuh berserakan menjadi pecahan tajam. Remaja masjid segera bergegas mengambil sapu untuk membersihkan pecahan kaca, sementara Dg. Gassing, petugas keamanan masjid, segera membuang pecahan kaca ke tempat sampah guna mencegah jamaah lain terkena serpihan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan kaca tersebut masih menjadi tanda tanya. Apakah karena faktor teknis, perubahan suhu ekstrem, atau ada faktor lain? Pihak masjid berencana untuk menyelidiki lebih lanjut guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.(sdn)
















