Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menghilangkan sekat-sekat yang dapat memecah belah masyarakat. Menurutnya, persatuan dan solidaritas yang kuat menjadi kunci dalam mewujudkan visi Kota Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan dengan acara ini kita semua punya tekad kuat bersama bahwa tidak ada lagi partisi di tengah masyarakat yang membuat kita terpecah. Sekarang saatnya semua jadi satu sehingga dibutuhkan kekompakan, solidaritas yang kuat untuk membangun Makassar ke depan secara bersama-sama,” jelasnya.
Sebelumnya, Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa melaksanakan Salat Idul Fitri di Lapangan Karebosi tadi pagi. Keduanya tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 Wita, dan disambut ribuan masyarakat yang antusias meski sempat diguyur hujan.
Salat Idul Fitri di lokasi ikonik ini dipimpin oleh imam asal Yaman, Syekh Abdul Aziz Alareqi, dengan khotbah disampaikan oleh Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin H. Abd. Safa.
Munafri menyampaikan harapannya agar perayaan Idul Fitri menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menghilangkan sekat di tengah masyarakat.
Dia mengajak seluruh warga Makassar untuk bersatu dalam membangun kota dengan semangat kolaborasi dan inklusivitas.
“Idul Fitri adalah sebuah kegembiraan setelah kita menjalankan ibadah Ramadan. Yang paling penting adalah konsolidasi kita semua warga Makassar untuk tidak ada lagi pengkotak-kotakan di dalamnya untuk membangun Kota Makassar ini,” tutupnya.(jk)
Editor: Hamzah

















