“Kalau juara, datang ke ruangan saya. Saya punya kejutan,” ungkap mantan CEO PSM itu, disambut antusias para peserta.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para peserta menjaga nama baik Kota Makassar, menunjukkan keseriusan dalam pembinaan akhlak, dan mengedepankan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi utama.
Ia juga berpesan agar peserta menjaga kesehatan, mengikuti arahan pelatih dan pembina, serta menjadikan kompetisi ini sebagai bentuk aktualisasi diri yang puncaknya adalah prestasi.
“Kita semua bagian dari tim. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain. Ini kerja tim. Semoga proses pembinaan ke depan terus ditingkatkan dan mendapat apresiasi yang layak,” imbuh Appi.
Dalam seremoni pelepasan, Kabag Kesra Setda Kota Makassar, Muhammad Syarief menyampaikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya sebagai pedoman hidup yang harus dibaca dan dipahami, tetapi juga harus didakwahkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Syiar Al-Qur’an menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur serta memotivasi generasi muda agar memiliki akhlak mulia.
“Yang lebih penting dari sekadar membaca adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi bagian dalam kehidupan umat,” ujar Syarief.
Kafilah Kota Makassar terdiri dari 55 orang, termasuk 22 peserta lomba, 5 perwakilan dari Kementerian Agama, dan 19 dari Pemerintah Kota Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















