Menurut Dandim 1406/Wajo, Letkol Inf Wahyu Yunus, TMMD adalah pendekatan terintegrasi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di kawasan tertinggal. “Bukan sekadar talud, ini bagian dari komitmen negara untuk hadir sampai ke pelosok,” ujarnya.
TMMD ke-124 dirancang selama satu bulan dan akan ditutup pada awal Juni 2025. Namun, dampaknya ditargetkan jangka panjang: memperkuat infrastruktur dasar, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mempererat hubungan antara rakyat dan TNI.
Warga menyambut baik kehadiran program ini. “Kami sudah lama berharap jalan ini aman. Sekarang bukan cuma dibangun, tapi kami juga ikut kerja,” kata Hasni, warga yang ikut membantu pembangunan.
Ketika prajurit dan warga bahu-membahu menyelesaikan talud dalam sisa hari yang tinggal beberapa, satu hal terasa nyata: pembangunan, jika digerakkan bersama, bisa menyentuh hingga ke akar.(Eddy)
Editor: Manaf Rachman
















