Home / Advertorial / Sulsel

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:36 WIB

Menyuarakan Perempuan, Menggerakkan Wajo

Belajar bukan soal siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling terbuka untuk tumbuh. Bersama Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek, Hj. Fatmawati Andi Rosman berbagi inspirasi dan pengalaman di tengah hangatnya Women Program Munas APKASI

Belajar bukan soal siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling terbuka untuk tumbuh. Bersama Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek, Hj. Fatmawati Andi Rosman berbagi inspirasi dan pengalaman di tengah hangatnya Women Program Munas APKASI

Dari Seremoni ke Aksi

Dalam dunia organisasi perempuan, TP PKK sering kali dicap sekadar pelengkap seremoni. Namun Fatmawati memilih jalan berbeda. Ia ingin PKK menjadi penggerak masyarakat akar rumput—membantu ibu-ibu pedagang kecil, mendampingi pengrajin lokal, dan mendorong perempuan muda Wajo untuk tidak takut tampil di ruang publik.

“Itu semua bisa dimulai dari satu hal yang terlihat sederhana: berani bicara. Public speaking itu penting. Tapi lebih penting lagi adalah keberanian menyampaikan ide untuk kebaikan bersama,” katanya.

Fatmawati juga melihat adanya kekuatan kolektif yang bisa tumbuh dari interaksi seperti ini. Ia bertemu dengan sesama Ketua TP PKK dari berbagai provinsi, berdiskusi tanpa sekat. Beberapa langsung tukar kontak. Beberapa bahkan sudah sepakat berkolaborasi untuk pertukaran program pelatihan kader.

Baca Juga:  7 Kecamatan di Wajo Dapat Program SERASI dari Kementrian Pertanian

Komitmen dan Jalan Panjang

Fatmawati menyadari, perubahan tidak terjadi dalam satu pertemuan. Tapi, menurutnya, semangat yang tumbuh dari pertemuan seperti ini bisa menjadi bahan bakar untuk gerakan jangka panjang. Ia menyebut PKK Kabupaten Wajo siap mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam isu-isu perempuan dan ekonomi keluarga.

“Kalau perempuan diberdayakan, keluarga akan lebih sejahtera. Dan kalau keluarga kuat, kabupaten ini bisa berdiri lebih tegak,” ujarnya, kali ini dengan suara yang mantap.

Baca Juga:  Pemkot Makassar Dapat Apresiasi KLH, Pengelolaan Sampah Dinilai Mulai Berjalan Baik

Setelah sesi terakhir berakhir sore hari, Fatmawati tidak langsung pulang ke kamar hotel. Ia memilih duduk di lobi, mencatat poin-poin penting dari pelatihan tadi, sambil sesekali berdiskusi dengan pengurus lainnya. Di luar, matahari mulai turun ke ufuk barat. Tapi bagi Fatmawati, langkah baru justru akan segera dimulai: membumikan ilmu yang baru didapat, dari aula Munas ke desa-desa Wajo. (eddy)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Makassar

Pererat Silaturahmi Pasca-Lebaran, Brother Tennis Clu Gelar Halal Bihalal

Sulsel

Fokus Kebersihan, Kecamatan Manggala Sasar Titik Rawan Hingga Perbatasan Gowa

Sulsel

Janji Munafri Terbukti, 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Wilayah Kepulauan

Sulsel

Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

PINRANG

Pemerintah Kabupaten Pinrang merotasi dua kepala puskesmas

Sulsel

Mensos Kumpulkan Kepala Daerah Se-Sulsel, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos

Makassar

Zainal Arifin Paliwang Hadiri Turnamen Domino SMANSA 82: Merawat Persaudaraan di Atas Meja Laga

Sulsel

Puluhan PKL di Jalan Tinumbu Akhirnya Bongkar Secara Mandiri Lapak Dagangannya