Rumah Kuliner YRMM memiliki fungsi multifungsi sebagai tempat usaha mandiri, ruang diskusi, pusat pemberdayaan umat, serta wadah untuk mengembangkan narasi keislaman yang damai dan cinta tanah air. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya preventif Polri untuk menciptakan ketahanan sosial dari pengaruh ideologi kekerasan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan bertema penguatan moderasi, kebangsaan, dan kewirausahaan yang disampaikan oleh sejumlah narasumber:
Sementara H. Ali Yafid, Kakanwil Kemenag Sulsel menyampaikan tentang moderasi beragama dalam pencegahan radikalisme.
Sedangkan Winarno Eka Putri, Kaban Kesbangpol Sulsel, membawakan materi wawasan kebangsaan dan nasionalisme di era global.
Selanjutnya, Bahtiar Baso, Manajer MikroEx Kementerian Koperasi dan UKM, menyampaikan strategi membangun UMKM dan kemandirian ekonomi.
Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta ini berlangsung kondusif hingga ditutup pukul 14.45 Wita. Sebagian besar peserta merupakan eks napiter dan keluarga yang telah aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan dan kewirausahaan di bawah naungan YRMM.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa deradikalisasi tidak cukup dengan pendekatan hukum semata, tetapi juga perlu dukungan nyata dalam bentuk penguatan ekonomi, pendidikan, dan ruang partisipasi yang inklusif bagi para eks pelaku kekerasan agar mereka dapat kembali membaur dalam masyarakat dengan peran positif.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















