“Kami mengajak seluruh jamaah untuk menyambut puncak haji dengan penuh ketenangan dan keikhlasan. Semoga Allah memudahkan setiap ibadah kita, menerima semua amal, dan menjadikan kita haji yang mabrur,” kata Arfi Hatim.
Sebelumnya, Menteri Agama Gurutta Nasaruddin Umar mengingatkan jamaah Indonesia agar fokus mempersiapkan diri menyambut puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah.
“Kita selalu wanti-wanti, seluruh jamaah haji kali ini fokusnya kepada pelaksanaan haji. Jangan sampai kita mengejar sunah tapi gagal mendapatkan yang wajib,” ucap dia.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji ditentukan oleh kesiapan jamaah, baik dari sisi pengetahuan maupun kondisi fisik, utamanya pemahaman yang benar terkait dengan syarat dan rukun haji.
Menurut dia, pelayanan jamaah tidak hanya menyangkut logistik, seperti konsumsi, transportasi, dan akomodasi, tetapi juga mencakup pembinaan ibadah yang mendalam.
“Boleh jadi makanan, hotel, dan kendaraan kita siapkan dengan baik, tetapi kalau rukunnya tidak dikerjakan atau syarat hajinya tidak terpenuhi, maka ibadahnya bisa tidak sah. Ini yang harus kita jaga,” katanya.
(lintang budiyanti prameswari dan medsi)
















