Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain terbatasnya alat mesin pertanian, benih unggul, dan infrastruktur seperti irigasi serta bendungan.
Ia berharap kunjungan kerja ini bisa menjadi momentum untuk mengawal penguatan sektor pertanian di Bulukumba demi mendukung swasembada pangan.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Wawan Erawan menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan para petani untuk mempercepat peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan dan perluasan tanam.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya data pertanian yang akurat sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif antara peserta dan narasumber.
Acara ditutup dengan pembacaan doa dan penutupan oleh MC.
Hasil rapat koordinasi ini menegaskan komitmen semua pihak dalam mempercepat luas tambah tanam, melakukan pendataan dari lapangan hingga pusat, memetakan sarana dan prasarana petani, memperkuat pendampingan oleh aparat, serta melaksanakan pemantauan pertanaman secara periodik oleh petani bersama penyuluh dan petugas pengendali organisme tanaman.
Upaya ini akan dilanjutkan dengan pemantauan program swasembada pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Ujung Loe.
Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, Bulukumba optimis dapat menjadi salah satu daerah penopang utama swasembada pangan di Sulawesi Selatan.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















