Selain persoalan irigasi, bibit padi juga menjadi faktor dalam keberhasilan produksi pertanian. Untuk itu, tugas dari penyuluh pertanian turun kemasyarakat mensosialisakan bibit padi unggul yang cocok untuk ditanam sehingga produksi pertanian meningkat.
Selain itu, Pertanian harus bertrnsformasi dari alat pertanian manual ke modern, karena lebih mempermudah petani dalam mengelolah pertanian dan lebih efisien waktu dan biaya.
“Semoga dengan bantuan ini para petani kita lebih produktif dan menghasilkan produksi pertanian serta dapat menjaga produksi pangan dan memberikan kontibusi pangan ketingkat nasional,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, Drs. H. Parawansa, M.Si dalam laporannya menyampaikan sebanyak 80 alat dan mesin pertanian (alsintan) akan diserahakan kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Takalar.
“Kami di Dinas TPHPKP Kabupaten Takalar terus berbenah untuk memperbaiki diri dan memajukan Pertanian di Takalar. Dan dibawah Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Takalar sekarang, wajah pertanian semakin maju dan berkembang. Kami juga akan mendukung seluruh program Pemkab Takalar dalam mewujudkan Takalar Unggul, Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital,” ujarnya.
Kegiatan dihadiri Anggota DPRD, Kepala BPP se-Kabupaten Takalar, Penyuluh Pertanian, serta Kelompok Tani.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















