Forum ini menjadi titik temu antara birokrasi, pelaku usaha, dan generasi muda digital yang sedang tumbuh.
“Kegiatan seperti ini adalah napas segar,” ujar Andi Rosman. “HIPMI memberi ruang lahirnya kolaborasi, pertukaran ide, dan sinergi yang sangat dibutuhkan untuk membangun ekonomi digital yang inklusif.” Baginya, ini bukan semata soal teknologi, melainkan tentang menyiapkan SDM yang adaptif dan inovatif di tengah arus disrupsi.
Selama ini, Kabupaten Wajo dikenal sebagai daerah yang bertumpu pada kekuatan sektor pertanian dan UMKM. Namun di tengah gelombang digitalisasi, peran pengusaha muda dalam mempercepat adopsi teknologi menjadi krusial.
“Kami di pemerintah daerah siap memberi ruang dan mendukung penuh,” tambah Andi.
HIPMI MVT Connect 2025 menjadi forum yang tak hanya menghadirkan panggung inspirasi, tapi juga medan yang menguji kesiapan anak muda dalam menanggapi tantangan digital. Dengan diskusi, showcase inovasi, hingga forum bisnis, acara ini menjadi jembatan untuk meretas batas-batas lama dan memulai langkah baru di era transformasi digital.
Momentum ini, kata Andi Rosman, harus dimanfaatkan sebaik mungkin. “Karena perubahan tidak menunggu kesiapan,” ujarnya. Maka dari Wajo hingga Makassar, dari daerah ke nasional, kolaborasi digital ini terus bergerak.(*)
















