“Ini tentu berdampak pada biaya operasional dan pelayanan. Tapi kami tidak tinggal diam. Pelatihan ini adalah bagian dari upaya serius memperbaiki kondisi,” ungkapnya.
Nanang berharap pelatihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis para peserta, tetapi juga menjadi langkah nyata menurunkan tingkat kehilangan air di wilayah Maminasata.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan berbagi pengalaman antar perusahaan air minum untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dan berbagi pengalaman antardaerah menjadi kunci keberhasilan.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan dampak untuk memperbaiki layanan air bersih,” katanya.
Diketahui, Program MaKaPro dirancang sebagai wujud kerja sama teknis jangka panjang antara Makassar dan Kawasaki, dengan fokus utama peningkatan kualitas layanan dan penekanan tingkat kehilangan air.
Dukungan JICA dalam kerangka revitalisasi regional memperkuat program ini, agar tidak hanya sekadar pelatihan, tapi menghasilkan transformasi nyata di lapangan.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















