“Kami tidak ingin lagi mendengar atau melihat ada yang berbisnis di sekolah. Tidak ada lagi jual beli di sekolah. Biarkanlah kami yang mengatur semuanya supaya proses pendidikan bisa berjalan dengan baik dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
“Kepada para guru, saya minta untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Jangan hanya menunggu, tapi harus mampu menciptakan inovasi-inovasi,” himbaunya.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menyampaikan rasa bahagianya bisa kembali bertemu dengan gurunya, Bapak Khairil, yang masih sehat dan hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, ia menyinggung tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMPN 3, yang menurutnya kini menjadi salah satu sekolah favorit.
“Hampir tiap hari saya terima WA. Tolong dulu kasih masuk ponakan ta.’ Tapi saya tidak bisa penuhi semua. Makanya saya minta Dinas Pendidikan mempertimbangkan penambahan rombel, dengan tetap memperhatikan distribusi siswa ke sekolah lain yang kuotanya masih tersedia,” ungkapnya.
Diakhir sambutannya, Appi berpesan kepada para orang tua agar menyampaikan keluhan atau masukan langsung kepada pihak sekolah, bukan melalui media sosial.
“Kalau ada hal-hal yang dianggap kurang sesuai, tolong dibicarakan baik-baik dengan pihak sekolah. Komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang baik pula,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















