Home / Sulsel

Kamis, 14 Agustus 2025 - 16:23 WIB

Petani Makassar Siapkan Strategi, Wali Kota Munafri: Langkah Nyata Jaga Kemandirian Pangan

Urban farming ini akan menjadi solusi ganda. Pertanian tetap berjalan, dan pengelolaan sampah di tingkat RT/RW juga bisa terintegrasi.

“Jika pertaniannya tumbuh subur dan sampah terkelola, insya Allah Makassar akan menjadi kota yang lebih baik,” pungkasnya.

Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar menggelar Musyawarah Tani Abbulo Sibatang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas padi, khususnya dalam menghadapi tantangan kekeringan dan ketidakpastian cuaca.

“Kegiatan ini dilaksanakan, sebanyak 300 peserta hadir, terdiri dari kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok tani nelayan andalan, serta penyuluh pertanian lapangan,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada beberapa regulasi, antara lain. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan

Baca Juga:  Dianggap Mampu Turunkan Stunting, Wabup Gowa Akan Terima Penghargaan BKKBN Pusat

Kemudian, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Serta Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 11 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Kemudian, dokumen Pelaksanaan Anggaran Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar. Menurut Aulia, ada beberapa tujuan utama dari musyawarah ini.

Mengoptimalkan lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi, terutama dalam mengantisipasi bencana kekeringan dan cuaca yang tidak menentu.

Meningkatkan peran serta petani sebagai subjek pembangunan pertanian untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kemandirian pangan.

“Menerapkan teknologi pertanian di lapangan, melalui penggunaan sarana pertanian seperti alat dan mesin, benih unggul, pupuk,” ungkapnya.

Sasaran kegiatan ini adalah memantapkan persiapan kelompok tani dan anggotanya dalam menghadapi musim tanam rendengan 2025–2026 dan musim tanam gadu 2026.

Baca Juga:  Tim Sepakbola Athirah FC Torehkan Sejarah di Turnamen Bangkok Internasional Super Cup 2024

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan kepada petani berupa 2.679 liter pupuk organik cair, 2.084 kilogram benih padi sebar, dan 350 botol pestisida nabati (volume 100 mil).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Musyawarah Tani Abbulo Sibatang menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Kota Makassar,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Aulia Arsyad, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dr. Alamsyah Sahabuddin, S.STP., M.Si., Danramil 1408-11/Biringkanaya Mayor Inf Turimin, Camat Biringkanaya Juliaman, S.Sos., Kapolsek Biringkanaya Kompol Nico Ericson Reinhold, S.I.K., para camat se-Kota Makassar, lurah se-Kecamatan Biringkanaya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

HALO POLISI

Satlantas Polres Wajo Intensifkan Pengamanan dan Pengaturan Lalin Saat Sholat Jumat Masjid Raya Sengkang

SOPPENG

Rangkaian HBP ke 62, Rutan Kelas IIB Watansoppeng Gelar Donor Darah

PWI

Panitia Konferprov PWI Sulsel Gelar Rapat Evaluasi Agenda Kegiatan

PINRANG

Wabup Pinrang Menerima Audiensi Unit Pelaksana Teknis KKN Unhas di Ruang Kerjanya

Sulsel

Evaluasi OPD, Munafri: Triwulan I Penentu Arah, Jangan Salah Langkah di Awal

Sulsel

Munafri – Aliyah Tekankan Sinkronisasi Perencanaan SKPD, Perkuat Kinerja Pembangunan

ENREKANG

BAZNAS Enrekang Pindah, Eks Kantor Bupati Jadi Lokasi Baru

Sulsel

Wali Kota Munafri Tolak Pengadaan Kendaraan Baru, Pilih Gunakan Randis Lama Tahun 2023