Home / Nasional

Minggu, 31 Agustus 2025 - 00:23 WIB

Misi Akhmad Munir Menuntaskan Dualislme Tubuh Organisasi PWI

“Cak Munir tugas berat juga ini. Karena ekosistem kita, oleh karenanya kita harus membangun ekosistem media yang baik. Baik dari sisi konten, jurnalisme maupun dari sisi bisnis ke depan di tengah disrupsi media ini. Ini yang saya kira juga pekerjaan berat kita. Bagaimana kita membangun ekosistem media massa kita yang kuat dan sehat,” katanya.

Cak Munir, perkembangan teknologi yang semakin masif turut berdampak pada industri media. Lahirnya kecerdasan buatan (AI) turut memudahkan produksi konten namun media wajib tetap mengacu kepada kode etik jurnalistik.

“Kita harus memanfaatkan AI ini juga dalam jurnalisme yang berkualitas yang patuh kepada kode etik jurnalistik. Nah ini yang mungkin harus digencarkan baik dalam program maupun tindak lanjut atau pemahaman dari seluruh anggota PWI dan media kita,” katanya.

Baca Juga:  Sayembara Desain Logo Hari Jadi Wajo Diumumkan, Berikut Pemenangnya

Cak Munir itu menekankan bahwa mobilisasi kerja sama dengan para pemangku kepentingan atau stakeholder terutama pemerintah sebab dalam kondisi saat ini, kehadiran negara dibutuhkan untuk membangun ekosistem media massa secara kuat dan sehat.

“Kemudian bagaimana membangun keakraban antara teknologi AI dengan organisasi. Dan bagaimana kita memperbanyak peningkatan kualitas SDM kita. Karena melalui pelatihan, melalui uji kompetensi dan seterusnya itu harus bermitra dengan para stakeholder. Terutama dengan pemerintah dan stakeholder lain seperti BUMN dan swasta. Jadi ini modal utama. Untuk mendapat modal ini harus membangun kepercayaan,” ujarnya.

“Nah antara satu dan program lain tadi saling mengait agar bisa membangun rancangan program itu dengan baik. Tapi saya yakin karena pemerintah sebenarnya ingin mendorong PWI memiliki sebuah kekuatan, kebersamaan, kekompakan untuk wartawan dan untuk membangun pers Indonesia,” imbuh dia.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Salurkan Bantuan Sosial Bersama PWI Pusat

Ditanya peluang kontestasi kongres, dirinya optimisme menang karena menilai antusias rekan-rekan PWI Provinsi yang ingin melakukan sebuah lompatan untuk mendapatkan kembali marwah dan martabat.

“Kalau selama ini dijalankan dengan biasa-biasa saja maka susah PWI mendapatkan kepercayaan lagi.

Makanya teman-teman dengan semangat mengembalikan marwah martabat dan kewibawaan PWI, dia ingin tokoh netral. Tokoh netral yang memiliki darah sejati PWI kemudian memiliki kompetensi dan kapasitas memimpin organisasi.(rukman nawawi)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pekan Kedua April 2027, Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Nasional

Zugito Serahkan Hasil Konkernas PWI 2026 ke Ketua Umum Akhmad Munir

Nasional

Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI