MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Upaya mewujudkan ekonomi hijau berbasis pemberdayaan warga mulai diwujudkan di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Tim pengabdian kepada masyarakat dari perguruan tinggi yang juga tim Ahli Pemkot Makassar, Prof. Dr. Batara Surya, resmi meluncurkan Program Terpadu Ekonomi Hijau yang memadukan pertanian perkotaan (urban farming) dan diversifikasi usaha perikanan serta peternakan skala rumah tangga.
Program ini melibatkan para akademisi lintas disiplin, Prof. Batara Surya, Prof. Agus Salim, Dr. Hernita, dan Emil Salim yang selama beberapa bulan terakhir merancang pola pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menjaga lingkungan.
Warga didorong memanfaatkan taman lingkungan, ruang terbuka hijau, hingga pekarangan rumah untuk menanam sayuran hidroponik dengan siklus panen singkat, sekitar 30 hari. Hasil panen dipasarkan melalui platform daring dan komunitas lokal, sehingga warga bisa menjangkau konsumen tanpa perantara.
Untuk hilirisasi pendapatan, tim memperkenalkan tiga usaha skala kecil yang dikelola mandiri. Ayam petelur dengan kandang pekarangan berkapasitas rendah, dilengkapi manajemen pakan dan biosekuriti sederhana.
Budidaya udang vaname menggunakan kolam terpal modular dengan aerasi dan sistem pengelolaan kualitas air yang efisien, siklus panen 90-120 hari.
Produksi kepiting soka melalui pemeliharaan pra-molting dalam boks molting bersistem aerasi, panen 2-3 minggu.
















