“Program ini tidak hanya menciptakan sumber pendapatan baru, tetapi juga memanfaatkan setiap jengkal lahan agar lebih produktif tanpa merusak lingkungan,” jelas Prof. Batara Surya usai peluncuran, Rabu 17 September 2025.
Langkah ini diharapkan menjadi model ekonomi hijau perkotaan yang dapat direplikasi di kelurahan lain di Makassar, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan kota.
Dimana, Pengelolaan air dengan pembuatan sumur dangkal untuk memastikan pasokan stabil saat kemarau. Pemanfaatan panel surya untuk kebutuhan cahaya dan peralatan hidroponik.
Pengomposan melalui biopori dan lubang vertikal, yang meningkatkan daya serap tanah, mengurangi genangan, dan menghasilkan pupuk organik.
Program juga menyasar aspek sosial dengan pasar murah dan pembagian paket pangan bagi warga prasejahtera. Sementara itu, sampah plastik dan botol bekas diolah menjadi ecobrick/dinding botol sebagai sarana edukasi daur ulang dan pengurangan sampah.
“Melalui kolaborasi ini, Tanjung Merdeka diharapkan menjadi contoh kota hijau yang inklusif. Warga dapat menekan biaya hidup sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















